Beranda Menarik Juknis Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak (Tk)|Download

Juknis Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak (Tk)|Download

490
0
 Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini mempunyai kiprah melaksanakan perumusan dan Juknis Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak (TK)|Download

Download Petunjuk Teknis (Juknis) Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak (TK) pdf: Norma, Standar, Prosedur, Dan Kriteria (NSPK)


Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini mempunyai kiprah melaksanakan perumusan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan serta fasilitasi penetapan standar teknis dibidang pendidikan anak usia dini.

Taman kanak-kanak merupakan salah satu satuan pendidikan anak usia dini pada jalur formal yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini bagi anak umur lima hingga enam tahun. Peningkatan jumlah forum Taman Kanak-kanak dari tahun ke tahun terus meningkat, hingga dengan awal tahun 2015 jumlah forum Taman Kanak-kanak yang terdata secara online yaitu 79.368 lembaga. Peningkatan kuantitas forum Taman Kanak-kanak ini diharapkan juga diiringi dengan peningkatan kualitas layanan.

Upaya peningkatan mutu pengelolaan layanan PAUD, pemerintah berupaya untuk menfasilitasi, membina dan mengarahkan masyarakat semoga memahami apa, mengapa dan bagaimana menyelenggarakan Taman Kanak-Kanak, pemerintah dalam hal ini Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Menerbitkan “Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak”

Petunjuk teknis ini berisikan, Pertama Pendahuluan yang meliputi latar belakang, landasan, pengertian, tujuan dan ruang lingkup; kedua pendirian Taman Kanak-kanak yang meliputi pendiri, syarat pendirian, tata cara pendirian, masa berlaku izin, referensi pendirian; ketiga penyelenggaraan Taman Kanak-kanak meliputi prinsip penyelenggaraan TK, komponen penyelenggaraan, deteksi dini tumbuh kembang anak, dan keempat penilaian program, pelaporan dan pembinaan.

Penghargaan dan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah memperlihatkan sumbangsih dalam penyusunan petunjuk teknis penyelenggaraan Taman Kanak-kanak ini.

Berikut yaitu tautan Download Petunjuk Teknis (Juknis) Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak (TK) pdf: Norma, Standar, Prosedur, Dan Kriteria (NSPK):

Berikut yaitu kutipan dari Juknis Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak (TK)tersebut:

NSPK
Norma, Standar, Prosedur, Dan Kriteria
PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN
TAMAN KANAK-KANAK
DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2015

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………….. 1
A. Latar Belakang ……………………………………………………………………………. 1
B. Dasar Hukum ………………………………………………………………………………. 2
C. Pengertian ………………………………………………………………………………….. 3
D. Tujuan Petunjuk Teknis ……………………………………………………………….. 3
E. Sasaran………………………………………………………………………………………. 3
F. Lingkup Petunjuk Teknis ……………………………………………………………… 3

BAB II PENDIRIAN KELOMPOK BERMAIN …………………………………… 4
A. Pendiri ………………………………………………………………………………………… 4
B. Syarat Pendirian………………………………………………………………………….. 5
C. Tata Cara Pendirian…………………………………………………………………….. 5
D. Masa Berlaku Izin ……………………………………………………………………….. 6
E. Rujukan Pendirian……………………………………………………………………….. 6

BAB III PENYELENGGARAAN TAMAN KANAK-KANAK ………………. 7
A. Prinsip Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak ………………………….. 8
B. Komponen Penyelenggaraan……………………………………………………… 9
1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD ……………. 9
2. Pembelajaran ……………………………………………………………………….. 17
3. Penilaian Perkembangan Anak ……………………………………………… 30
4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan ………………………………………. 34
5. Sarana dan Prasarana ………………………………………………………….. 37
6. Pengelolaan …………………………………………………………………………. 40

C. Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak …………………………………………. 46
1. Pengertian dan Tujuan ………………………………………………………….. 46
2. Deteksi Pertumbuhan……………………………………………………………. 46
3. Deteksi Perkembangan Anak ………………………………………………… 47
4. Langkah-langkah Deteksi Dini Tumbuh Kembang ………………….. 48
5. Tindaklanjut Hasil Deteksi …………………………………………………….. 49

BAB IV EVALUASI PROGRAM, PELAPORAN DAN PEMBINAAN…. 50
A. Evaluasi Program ………………………………………………………………………. 50
1. Pengertian ……………………………………………………………………………. 50
2. Tujuan Evaluasi ……………………………………………………………………. 50
3. Aspek yang Dievaluasi ………………………………………………………….. 50

4. Waktu Evaluasi …………………………………………………………………….. 50
B. Pelaporan ………………………………………………………………………………….. 51
1. Pengertian ……………………………………………………………………………. 51
2. Tujuan ………………………………………………………………………………….. 51
3. Teknik ………………………………………………………………………………….. 51
C. Pembinaan ………………………………………………………………………………… 52
1. Pengertian Pembinaan………………………………………………………….. 52
2. Tujuan Pembinaan ……………………………………………………………….. 52
3. Prinsip Pembinaan ……………………………………………………………….. 53
4. Jenis Pembinaan ………………………………………………………………….. 53

BAB V PENUTUP …………………………………………………………………………. 56
LAMPIRAN……………………………………………………………………………………. 57

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejak tahun 1990-an dunia pendidikan mulai terbuka akan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai pendidikan yang paling awal yang diselenggarakan semenjak anak dilahirkan hingga memasuki pendidikan dasar. Taman Kanak-kanak yang baik diyakini sanggup melejitkan perkembangan anak di masa emas perkembangannya.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa, “Pendidikan di Taman Kanak-kanak yaitu suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak semenjak lahir hingga dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani semoga anak mempunyai kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.
Lebih lanjut dinyatakan dalam Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 wacana sistem pendidikan nasional pasal 28, bahwa: (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar; (2) Pendidikan anak usia dini sanggup diselenggarakan melalui jalur formal, nonformal dan/atau informal; (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur formal berbentuk Taman Kanak-kanak, Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat; (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat; dan (5) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
Selain dalam bentuk TK/TKLB/RA, KB, dan TPA, di masyarakat berkembang bentuk-bentuk layanan PAUD lainnya yang dikelompokkan dalam bentuk satuan PAUD sejenis, menyerupai Pos PAUD/Taman Posyandu, PAUD Berbasis Pendidikan Agama Islam, PAUD Bina Iman Anak, PAUD Pembinaan Anak Kristen, dll.
Guna memperlihatkan pola kepada masyarakat, Pemerintah memandang perlu menyediakan ”Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Kanak- Kanak”

B. Dasar Hukum

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan

Nasional;

2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 wacana Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun
2014;

3. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 wacana Kesejahteraan Anak;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2008 Tentang Pendanaan

Pendidikan;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2010;
8. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 wacana Pengembangan Anak

Usia Dini Holistik Integratif;

9. Peraturan Presiden Nomor14 Tahun 2015 wacana Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan;

10. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 wacana Gerakan Nasional Anti

Kejahatan Seksual Terhadap Anak;

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 84 Tahun 2014

Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini.

12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 Tahun 2014 wacana Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 146 Tahun 2014 wacana Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini;
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 wacana Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

C. Pengertian

Taman Kanak-Kanak yang selanjutya disingkat Taman Kanak-kanak yaitu salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan acara pendidikan bagi anak berusia 4 tahun hingga dengan 6 tahun dengan prioritas usia 5 dan 6 tahun.

D. TujuanPetunjuk Teknis

Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak bertujuan:

1. Sebagai petunjuk bagi pengampu kebijakan baik ditingkat pusat, propinsi, dan kabupaten/kota khususnya dalam melaksanakan pembinaan acara Taman Kanak-kanak.
2. Sebagai standar pola bagi penyelenggara dan/ataupengelola Taman

Kanak-kanak dalam memperlihatkan pelayanan pendidikan.

E. Sasaran

1. Sasaran Pengguna

Pengguna juknis yaitu masyarakat, forum pemerintah maupun swasta yang akan menyelenggarakan TK
2. Sasaran Peserta Didik

Sasaran peserta didik yaitu anak berusia 4 (empat) hingga dengan 6 (enam) tahun

F. Ruang Lingkup

Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak ini meliputi: Pendahuluan; Syarat dan Tata Cara Pendirian; Penyelenggaraan program; dan Evaluasi, Pembinaan,dan Pelaporan.

BAB II

PENDIRIAN TAMAN KANAK-KANAK (TK)

A. Pendiri

Taman Kanak-Kanak (TK) sanggup didirikan oleh:

1. Pemerintah kabupaten/kota.

2. Pemerintah desa.

3. Badan hukum.

Badan aturan yaitu tubuh aturan yang bersifat nirlaba yang berbentuk yayasan, perkumpulan, atau tubuh lain homogen yang telah memperoleh ratifikasi dari kementerian di bidang hukum.

B. Syarat Pendirian

Persyaratan pendirian Taman Kanak-kanak terdiri atas persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repuplik Indonesia No. 84 tahun 2014 wacana Pendirian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini.
1. Persyaratan administratif pendirian Taman Kanak-kanak terdiri atas:

a. Fotokopi identitas pendiri.

b. Surat keterangan domisili dari kepala desa/lurah. c. Susunan pengurus dan rincian tugas.
2. Persyaratan teknis pendirian Taman Kanak-kanak terdiri atas:

a. Hasil penilaian kelayakan, meliputi:

1) Dokumen hak milik, sewa, atau pinjam pakai atas tanah dan bangunan yang akan dipakai untuk penyelenggaraan Taman Kanak-kanak yang sah atas nama pendiri;
2) Fotokopi sertifikat notaris dan surat penetapan tubuh aturan dalam bentuk yayasan, perkumpulan, atau tubuh lain homogen dari kementerian bidang aturan atas nama pendiri atau induk organisasi pendiri disertai surat keputusan yang memperlihatkan adanya hubungan dengan organisasi induk;
3) Data mengenai asumsi pembiayaan untuk kelangsungan TK

paling sedikit untuk 1 (satu) tahun pembelajaran.

b. Rencana Induk Pengembangan (RIP) TK, yang memuat:

1) visi dan misi;

2) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP);

3) sasaran usia peserta didik;

4) pendidik dan tenaga kependidikan;

5) sarana dan prasarana;

6) struktur organisasi;

7) pembiayaan;

8) pengelolaan;

9) kiprah serta masyarakat; dan

10) planning pentahapan pelaksanaan pengembangan selama 5 (lima)

tahun.

c. Dokumen planning pencapaian standar penyelenggaraan Taman Kanak-kanak paling usang 3 tahun, yang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repuplik Indonesia No. 137 tahun 2014 wacana Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

C. Tata Cara Pendirian

Mekanisme pendirian Taman Kanak-kanak sebagai berikut:

1. Pendiri Taman Kanak-kanak mengajukan permohonan izin pendirian kepada kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) perizinan melalui kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dengan melampirkan persyaratan pendirian TK.
2. Kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atau pejabat yang ditunjuk menelaah permohonan pendirian Taman Kanak-kanak menurut kelengkapan persyaratan pemohon dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Data mengenai perimbangan antara jumlah TK/TKLB, KB, TPA, dan/atau SPS yang telah ada dan yang akan didirikan dengan jumlah penduduk usia sasaran yang akan dilayani di wilayah tersebut.
b. Data mengenai asumsi jarak Taman Kanak-kanak yang akan didirikan di antara

TK/TKLB, KB, TPA, dan/atau SPS terdekat.

c. Data mengenai daya tampung dan lingkup jangkauan Taman Kanak-kanak yang akan didirikan per usia yang dilayani.
d. Ketentuan penyelenggaraan Taman Kanak-kanak ditetapkan oleh pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota.

3. Berdasarkan hasil telaah kepala dinas pendidikan kabupaten/kota:

a. Memberikan persetujuan atau penolakan atas permohonan izin pendirian TK; atau
b. Memberikan rekomendasi kepada kepala SKPD perizinan atas permohonan izin pendirian TK.
4. Kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atau kepala SKPD perizinan menerbitkan keputusan izin pendirian Taman Kanak-kanak paling usang 60 hari semenjak permohonan diterima kepala dinas pendidikan kabupaten/kota.

D. Masa Berlaku Izin

Izin pendirian Taman Kanak-kanak berlaku hingga dengan adanya pencabutan izin oleh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atau kepala SKPD perizinan.
Penutupan Taman Kanak-kanak dilakukan apabila:

a. Taman Kanak-kanak sudah tidak lagi menyelenggarakan kegiatan layanan PAUD; dan/atau b. Taman Kanak-kanak tidak layak menurut hasil evaluasi.

E. Rujukan Pendirian

Persyaratan dan tata cara pendirian Taman Kanak-kanak merujuk pada petunjuk teknis Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Anak Usia Dini yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

BAB III PENYELENGGARAAN

Standard Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, yang disebut Standar PAUD yaitu kriteria wacana pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD diseluruh wilayah aturan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidiikan anak usia dini, Standard PAUD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Standard PAUD menjadi pola dalam pengembangan, implementasi, dan penilaian kurikulum PAUD. Standard PAUD terdiri atas :
1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA);

STPPA merupakan pola untuk mengembangkan standar isi, proses, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, serta pembiayaan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini
STPPA merupakan pola yang dipergunakan dalam pengembangan kurikulum PAUD.STTPA yaitu kriteria wacana kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan pertumbuhan, meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta seni.
2. Standar Isi;

Standar Isi yaitu kriteria wacana lingkup materi dan kompetensi menuju tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak. Meliputi acara pengembangan yang disajikan dalam bentuk tema dan sub tema
3. Standar Proses;

Standar Proses yaitu kriteria wacana pelaksanaan pembelajaran pada satuan atau acara PAUD dalam rangka membantu pemenuhan tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak.
4. Standar Penilaian;

Standar Penilaian yaitu kriteria wacana penilaian proses dan hasil pemebelajaran dalam rangka mengetahui tingkat pencapaian yang sesuai dengan tingkat usia anak.

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan;

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan yaitu kriteria wacana kualifikasi akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.
6. Standar Sarana dan Prasarana;

Standar Sarana dan Prasarana yaitu kriteria wacana persyaratan pendukung penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini secara holistik dan integratif yang memanfaatkan potensi lokal
7. Standar Pengelolaan;

Standar Pengelolaan yaitu kriteria wacana perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan atau acara PAUD.
8. Standar Pembiayaan.

Standar Pembiayaan yaitu kriteria wacana komponen dan besaran biaya personal serta opersional pada satuan atau acara PAUD.
Untuk lebih lengkap penjelasannya sanggup disimak dalam Permen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 137 Tahun 2013, wacana Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

A. Prinsip Penyelenggaraan

Prinsip-prinsip penyelenggaraan Taman Kanak-kanak adalah:

1. Ketersediaan Layanan

Diarahkan untuk menampung belum dewasa usia empat hingga enam tahun supaya semua kelompok usia tersebut memperoleh layanan.
2. Transisional

Diarahkan untuk mendukung keberhasilan masa transisi dan mendekatkan pola pendekatan pembelajaran Taman Kanak-kanak dan SD kelas awal
3. Kerjasama

Mengedepankan komunikasi dan kerjasama dengan banyak sekali instansi/lembaga terkait, masyarakat, dan perorangan, semoga terjalin sinkronisasi dan terjaminnya dukungan pembelajaran pada masa transisi antara Taman Kanak-kanak dan SD kelas awal.

4. Kekeluargaan

Dikembangkan dengan semangat kekeluargaan dan menumbuhsuburkan sikap saling asah, asih, dan asuh.
5. Keberlanjutan

Diselenggarakan secara berkelanjutan dengan memberdayakan banyak sekali potensi dan dukungan nyata dari banyak sekali pihak yang terkait.
6. Pembinaan Berjenjang

Dilakukan untuk menjamin keberadaan dan pengelolaan secara optimal oleh pengawas TK/SD, Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal.

B. Komponen Penyelenggaraan

1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

a. Pengertian

Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) Taman Kanak-kanak yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di Taman Kanak-kanak yang sesuai dengan kondisi daerah, dan kebutuhan anak. .
b. Dokumen KTSP

Dokumen KTSP Taman Kanak-kanak terdiri dari:

1) Dokumen I berisi sekurang-kurangnya visi, misi, tujuan satuan pendidikan, muatan pembelajaran, pengaturan beban belajar, dan kalender pendidikan. Uraian setiap komponen pada dokumen I yaitu sebagai berikut:
a) Visi

Visi merupakan keinginan jangka panjang yang ingin diwujudkan atau diraih olehTK. Berisi gagasan besar yang ingin dicapai
Visi perlu disusun oleh Taman Kanak-kanak untuk:

(1) Menjadi arah yang ingin dicapai.

(2) Membangun kesamaan pemahaman pada semua pelaksanaan (pendidik dan tenaga kependidikan) yang ada di Taman Kanak-kanak sebagai keinginan bersama yang ingin diwujudkan.

(3) Membangun motivasi pendidik, tenaga kependidikan, dan orang renta untuk meraih keinginan bersama.

Gambar 1. Papan Visi, Misi dan Tujuan Lembara
(Sumber: Taman Kanak-kanak Alam Pelopor Bandung)

b) Misi

Misi yaitu upaya umum yang ditempuh oleh Taman Kanak-kanak dalam rangka mewujudkan visi yang telah dirumuskan. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukan, dan bagaimana melakukannya.
1) Pentingnya Misi

(a) Menjadi pola dalam penyusunan acara kerja.

(b) Menjadi pola dalam pengembangan yang akan datang

(c) Menggambarkan kekhasan atau keunggulan layanan

2) Cara menyusun misi:

(a) Menjabarkan indikator dari setiap nilai atau keinginan yang ada dalam visi.
(b) Menetapkan fasilitasi yang harus dilakukan untuk mendukung indikator yang ada dalam visi.
(c) Menjabarkan taktik yang akan diambil untuk mencapai visi dalam jangka waktu panjang.

c) Tujuan

Tujuan berisi rumusan hasil keluaran/output yang dicapai pada waktu tertentu. tujuan dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu pendek atau biasanya dikaitkan dengan lulusan yang diharapkan.

d) Muatan Pembelajaran

Muatan pembelajaran berisi kumpulan materi yang akan dikenalkan pada anak untuk mendukung pencapaian kompetensi dasar dan kompetensi inti pada setiap anak. Muatan pembelajaran ditetapkan oleh Taman Kanak-kanak dengan memperhatikan:
(1) Tahapan perkembangan anak (2) Visi, misi dan tujuan forum (3) Kearifan local
(4) Keunggulan lembaga

e) Pengaturan Lama Belajar/Alokasi waktu

(1) Lama belajar/alokasi waktu dimaksudkan yaitu jumlah jam kegiatan yang dilaksanakan setiap hari dan setiap ahad di TK.
(2) Lama belajar/Alokasi waktu kegiatan hanya dihitung dari jumlah jam tatap muka.
(3) Alokasi waktu kegiatan minimal, dengan ketentuan sebagai berikut:
 Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia 4 – 6 tahun

jumlah jam berguru paling sedikit 900 menit (15 jam)

dalam seminggu.

 TK. yang menyelenggarakan layanan acara untuk anak usia 4-6 tahun sekurang-kurangnya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran selama 540 menit (9 jam) setiap ahad dan menambah kegiatan pengasuhan terprogram oleh orang renta di rumah selama 360 menit (6 jam) setiap minggu.

f) Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan yaitu pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran anak selama satu tahun fatwa yang meliputi permulaan tahun ajaran, ahad efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur. Kalender Pendidikan juga berisi acara kegiatan tahunan yang meliputi kegiatan- kegiatan perayaan hari besar nasional, kegiatan-kegiatan puncak tema, kegiatan-kegiatan forum (misal: rekreasi dan pentas seni).
Penyusunan kalender pendidikan diadaptasi dengan karakteristik dan kondisi masing-masing lembaga. Pentingnya menyusun kalender pendidikan :
(1) Sebagai pola bagi pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam menyusun kegiatan pembelajaran setahun.
(2) Sebagai informasi bagi orang renta wacana banyak sekali kegiatan yang akan dilaksanakan dan diikuti peserta didik dalam kurun waktu setahun.

2) Dokumen II berisi Perencanaan Program Semester (Prosem), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) dan dokumen penilaian.
Untuk merencanakan pembelajaran, TK. menyusun acara yang meliputi:
(a) Program semester

Perencanaan acara semester berisi daftar tema satu semester termasuk alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan. Tema berfungsi sebagai wadah yang berisi materi dan kegiatan untuk mengembangkan potensi anak.
Dalam menyusun perencanaan acara semester, forum diberikan keleluasaan dalam memilih format dan diadaptasi dengan kebutuhan forum masing-masing.

(b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) RPPM dikembangkan dari kegiatan semester, namun penyajiaannya lebih lengkap dan lebih operasional.

(c) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yaitu unit perencanaan terkecil dibentuk untuk dipakai dan memandu kegiatan dalam satu hari. RPPH disusun menurut RPP Mingguan yang berisi kegiatan-kegiatan yang dipilih dari indikator yang direncanakan untuk satu hari sesuai dengan tema dan sub tema. Penulisan RPPH diadaptasi dengan model atau pendekatan yang telah ditentukan atau dipilih serta diadaptasi dengan jenis kegiatan atau Metode/Strategi, pada ketika pembuatan planning kegiatan mingguan. RPPH memuat identitas lembaga, tema/sub tema, kelompok usia, alokasi waktu, kegiatan berguru (pembukaan, inti, penutup), media, dan sumber belajar.
Langkah-langkahpenyusunan acara semester, acara Mingguan dan Harian dijelaskandalam pedoman perencanaan pembelajaran yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan PAUD.

c. Prinsip Penyusunan KTSP

Penyusunan Kurikulum Taman Kanak-kanak dilakukan dengan memperhatikan prinsip- prinsip sebagai berikut.
1) Kurikulum yang dikembangkan berpusat pada anak yaitu dengan mempertimbangkan potensi, minat, bakat, perkembangan, dan kebutuhan semua anak, termasuk anak yang mempunyai kebutuhan khusus.

2) Kurikulum dikembangkan secara kontekstual yaitu dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kondisi lembaga, dan kebutuhan anak.
3) Substansi kurikulum meliputi semua dimensi kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) dan meliputi semua acara pengembangan yang direncanakan dan disajikan secara terpadu dan berkesinambungan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
4) Kurikulum disusun semoga semua acara pengembangan menjadi dasar pembentukan kepribadian anak secara utuh dalam pembentukan sikap spiritual dan sikap sosial anak.
5) Kurikulum disusun dengan memperhatikan tingkat perkembangan anak lantaran anak akan berguru dengan baik kalau kebutuhan fisik terpenuhi serta merasa tenteram, aman dan nyaman.
6) Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan cara anak berguru dari sederhana ke rumit, positif ke abstrak, dari gerakan ke verbal, dan dari keakuan ke rasa sosial.
7) Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan keterpaduan lingkup dalam pengembangan anak usia dini holistik integratif (PAUD-HI) yaitu pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, dan proteksi anak.
8) Kurikulum disusun dengan menggunakan pendekatan berguru melalui bermain yang dirancang semoga tercipta suasana yang menyenangkan, fungsional, dan efektif dalam proses pembelajaran.
9) Kurikulum dikembangkan untuk memperlihatkan pengalaman berguru pada anak dengan memperhatikan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berkembang secara dinamis.
10) Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Kurikulum perlu memuat keragaman potensi kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan kawasan

setempat untuk menghasilkan anak yang mengenal, mengapresiasi dan menyayangi budaya daerah.

d. Prosedur dan Mekanisme Penyusunan KTSP

Prosedur dan mekanisme penyusunan KTSP TK. yaitu sebagai berikut.
1) Analisis Konteks

a) TK. membentuk Tim Pengembang Kurikulum.

Gambar 2 Tim pengembang Kurikulum
(Photo : TK. Ardhan Bogor)

b) Tim Pengembang Kurikulum melaksanakan analisis kontek dengan mempelajari banyak sekali dokumen perundangan, kondisi, peluang, dan tantangan yang terkait dengan peserta didik, pendidik, sarana, prasarana, biaya, dan nilai-nilai yang mendasari, serta acara yang akan dilakukan.

2) Penyusunan Dokumen KTSP

a) Tim Pengembang Kurikulum TK. menyusun draft kurikulum dengan memperhatikan hasil analisis konteks di tahap sebelumnya.
b) Pembahasan draft kurikulum oleh semua Tim Pengembang untuk menelaah kembali kesesuaian kurikulum dengan perundangan dan tujuan lembaga.

c) Tim Pengembang melaksanakan review dengan memperhatikan masukan dan perbaikan-perbaikan.
d) Taman Kanak-kanak memutuskan KTSP

e) Sosialisasi KTSP kepada seluruh Pendidik, tenaga kependidikan, komite dan orang renta peserta didik.

3) Pengesahan KTSP

Produk KTSP hendaknya disepakati oleh pihak-pihak yang terkait. Hal ini penting semoga kurikulum mendapat dukungan penuh, sehingga dalam penerapannya sanggup optimal. Pihak-pihak yang diharapkan sanggup menyetujui hasil pengembangan KTSP dan diminta membubuhkan tandatangannya sebagai tanda bukti ratifikasi diantaranya:
(a) Ketua penyelenggara,atau Ketua bidang pendidikan yayasan. (b) kepala Sekolah; baik pada Lembagaterpadu maupun Lembaga
tersendiri.

(c) Disahkan oleh Kepala Dinas Pendiddikan kabupaten/Kota, yang diketahui oleh penilik/pengawas tingkat kecamatan.

4) Pemberlakuan KTSP

Masa pemberlakuan KTSP yang telah dikembangkan oleh para tim pengembang akan diberlakukansetelah di sahkan oleh pihak-pihak sebagaimana yang telah dipaparkan di atas.
Masa berlaku KTSP bersifat relatif, biasanya tidak melebihi batas waktu lima atau sepuluh tahun. Masa berlaku kurikulum sanggup mengacu pada batas waktu tenggang masa pengakuan yang diatur dan diberlakukan di kawasan tertentu, baik secara lokal maupun nasional.

5) Pihak Yang Terlibat

Pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan KTSP antara lain : (a) Pendidik
(b) Kepala lembaga

(c) Pemangku kepentingan yang relevan contohnya Dinas Pendidikan setempat, kantor kementerian agama setempat, Tim Pengembang Kurikulum,dan Komite.

(d) Tim pengembang kurikulum forum Taman Kanak-kanak dalam pengembangannya sanggup mengikutsertakan komite sekolah,
nara sumber, dan pihak lain yang terkait.

PENYUSUNAN KTSP PAUD YANG TERDIRI DARI DOKUMEN I MAUPUN II SECARA DETAIL MENGACU PADA PEDOMAN PENYUSUNAN KTSP PAUD YANG DITERBITKAN OLEH DIREKTORAT PEMBINAAN PAUD

2. Pembelajaran

a. Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran yaitu proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik melalui kegiatan bermain pada lingkungan berguru yang aman dan menyenangkan dengan menggunakan banyak sekali sumber belajar.

b. Konsep Pembelajaran

Pembelajaran anak usia dini berpusat pada anak. Pendekatan pembelajaran yang dipakai yaitu pendekatan saintifik yang meliputi rangkaian proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Keseluruhan proses tersebut dilakukan dengan menggunakan seluruh indera serta banyak sekali sumber dan media pembelajaran.

c. Prinsip Pembelajaran

1) Belajar melalui bermain

Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang sempurna melalui bermain, sanggup memperlihatkan pembelajaran yang bermakna pada anak.
2) Berorientasi pada perkembangan anak

Pendidik harus bisa mengembangkan semua linggkup perkembangan sesuai dengan tahapan usia anak.

3) Berorientasi pada kebutuhan anak

Pendidik harus bisa memberi rangsangan pendidikan atau stimulasi sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk belum dewasa yang mempunyai kebutuhan khusus.
4) Berpusat pada anak

Pendidik harus membuat suasana yang bisa mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.
5) Pembelajaran aktif

Pendidik harus bisa membuat suasana yang mendorong anak aktif mencari, menemukan, memilih pilihan, mengemukakan pendapat, dan melaksanakan serta mengalami sendiri.
6) Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter

Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai yang membentuk abjad yang positif pada anak. Pengembangan nilai-nilai abjad tidak dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi engetahuan dan keterampilan serta melalui pembiasaan dan keteladanan. (contoh pembelajaran abjad lihat lampiran 3.B.2.6)

Gambar 3 Pendidik sedang menyambut kedatangan peserta didik
(Photo : Gambar Taman Kanak-kanak Ceria Bogor)

7) Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup

Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan secara terpadu baik melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun melalui pembiasaan dan keteladanan.

Gambar 4 Anak sedang mencuci topi dan saputangan
(Photo : Gambar Taman Kanak-kanak Ceria Bogor)

8) Didukung oleh lingkungan yang kondusif

Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa semoga menarik, menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan ruang diatur semoga anak sanggup berinteraksi dengan pendidik, pengasuh, dan anak lain.
9) Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis

Pembelajaran yang demokratis sangat diharapkan untuk mengembangkan rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.
10) Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber Penggunaan media belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan Taman Kanak-kanak bertujuan semoga pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Termasuk narasumber yaitu orang- orang dengan profesi tertentu yang dilibatkan sesuai dengan tema,

contohnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam kebakaran.

d. Lingkup Pembelajaran

Lingkup pembelajaran meliputi seluruh Kompetensi Dasar yang memadukan semua acara pengembangan yaitu nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.

e. Pengelolaan Pembelajaran

1) Perencanaan pengelolaan kelas

Rencana pengelolaan kelas meliputi penataan lingkungan berguru serta pengorganisasian anak dan kelas (dapat di dalam maupun di luar ruangan). Pengelolaan kelas diadaptasi dengan model pembelajaran yang akan digunakan. Model-model pembelajaran tersebut di antaranya adalah:
(a) Model pembelajaran kelompok menurut sudut-sudut kegiatan;
(b) Model pembelajaran kelompok menurut kegiatan pengaman;
(c) Model pembelajaran menurut area (minat); dan

(d) Model pembelajaran menurut sentra.

2) Pelaksanaan Pembelajaran

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dipakai dalam Kurikulum 2013 yaitu pendekatan tematik terpadu. Dalam model pembelajaran tematik terpadu di TK, kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema dirancang untuk mencapai secara bantu-membantu kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan meliputi sebagian atau seluruh lingkup pengembangan.
Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dilakukan melalui bermain secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, kontekstual dan berpusat pada anak untuk berpartisipasi aktif serta memperlihatkan

keleluasaan bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis anak. (a) Interaktif merupakan proses pembelajaran yang mengutamakan interaksi antara anak, peserta didik dan pendidik, serta anak
dan lingkungannya.

(b) Inspiratif merupakan proses pembelajaran yang mendorong perkembangan daya imajinasi anak.
(c) Menyenangkan merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dalam suasana bebas dan nyaman untuk mencapai tujuan pembelajaran.
(d) Kontekstual merupakan proses pembelajaran yang terkait dengan tuntutan lingkungan alam dan sosial-budaya.
(e) Berpusat pada anak merupakan proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.
Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana harus menerapkan prinsip:
(a) Kecukupan jumlah dan keragaman jenis materi didik serta alat permainan edukatif dengan peserta didik; dan
(b) Kecukupan waktu pelaksanaan pembelajaran.

Gambar 5 Anak sedang bermain melompat menyerupai kelinci
(Photo : Gambar Taman Kanak-kanak Pelopor Bandung)

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran eksklusif dan tidak eksklusif yang terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran eksklusif yaitu proses pembelajaran melalui interaksi eksklusif antara anak dengan sumber berguru yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Pembelajaran eksklusif berkenaan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang terkandung dalam Kompetensi Inti-3 (pengetahuan) dan Kompetensi Inti-4 (keterampilan). Pembelajaran tidak eksklusif yaitu pembelajaran yang tidak dirancang secara khusus namun terjadi dalam proses pembelajaran langsung. Melalui proses pembelajaran eksklusif untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan akan terjadi dampak ikutan pada pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam Kompetensi Inti-1 (sikap spiritual) dan Kompetensi Inti-2 (sikap sosial).
Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dalam tahapan kegiatan pembukaan, inti dan penutup.

Gambar 6 Anak sedang bermain ulahuk
(Sumber : Gambar TK. Alam Ceria Bogor)

 Kegiatan Pembukaan

Kegiatan pembukaan dilakukan untuk menyiapkan anak secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan ini bekerjasama dengan pembahasan sub tema atau sub-sub tema yang akan dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang sanggup dilakukan antara lain: Bermain (motorik kasar), berbaris, mengucap salam, berdoa, dan bercerita atau membuatkan pengalaman.

Gambar 7 Anak sedang berdoa sebelum belajar
(Photo : Taman Kanak-kanak Pelopor Bandung)
 Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan upaya kegiatan bermain yang memperlihatkan pengalaman berguru secara eksklusif kepada anak sebagai dasar pembentukan sikap, perolehan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan inti memperlihatkan ruang yang cukup bagi anak untuk berinisiatif, kreatif, dan berdikari sesuai dengan bakat, minat dan kebutuhan anak. Kegiatan inti dilaksanakan dengan pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.

Gambar 8 Anak sedang mengamati tanaman
(Photo : Gambar Taman Kanak-kanak Alam Ceria Bogor)

Mengamati

Mengamati dilakukan untuk mengetahui objek di antaranya dengan menggunakan indera menyerupai melihat, mendengar, menghidu, merasa, dan meraba

Gambar 9. Anak mengamati urutan
Sumber: Taman Kanak-kanak Alam Ceria Bogor

Menanya

Anak didorong untuk bertanya, baik wacana objek yang telah diamati maupun hal lain yang ingin diketahui.

Gambar 10 Anak bertanya apa yang ingin diketahui
(Photo : Gambar Taman Kanak-kanak Alam Ceria)

Mengumpulkan Informasi

Mengumpulkan informasi dilakukan melalui bermacam-macam cara, misalnya: dengan melakukan, mencoba, mendiskusikan dan menyimpulkan hasil dari banyak sekali sumber.

Gambar : 11 Kegiatan mengumpulkan informasi dari anak
(Photo : Taman Kanak-kanak Alam Pelopor)

Menalar

Menalar merupakan kemampuan menghubungkan informasi yang sudah dimiliki dengan informasi yang gres diperoleh sehingga mendapat pemahaman yang lebih baik wacana suatu hal.

Gambar 12 Anak membuat benda dari bubur kertas
Sumber : Gambar TK. Pelopor
Mengomunikasikan

Mengomunikasikan merupakan kegiatan untuk memberikan hal-hal yang telah dipelajari dalam banyak sekali bentuk, contohnya melalui cerita, gerakan, dan dengan memperlihatkan hasil karya berupa gambar, banyak sekali bentuk dari adonan, boneka dari bubur kertas, kriya dari materi daur ulang, dan hasil anyaman.

 Kegiatan Penutup

Kegiatan epilog merupakan kegiatan yang bersifat penenangan. Beberapa hal yang sanggup dilakukan dalam kegiatan epilog di antaranya adalah:
(1) Membuat kesimpulan sederhana dari kegiatan yang telah dilakukan, termasuk di dalamnya yaitu pesan moral yang ingin disampaikan;
(2) Nasihat-nasihat yang mendukung pembiasaan yang baik; (3) Refleksi dan umpan balik terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan;

(4) Membuat kegiatan penenangan menyerupai bernyanyi, bersyair, dan bercerita yang sifatnya menggembirakan; dan,
(5) Menginformasikan planning pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Gambar 13. Anak bermain motorik kasar
(Photo : Taman Kanak-kanak Ceria)
3) Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yaitu cara yang dipakai pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran kepada anak untuk mencapai kompetensi tertentu. Metode pembelajaran dirancang dalam kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan bagi anak. Beberapa metode pembelajaran yang dianggap sesuai untuk TK, di antaranya yaitu sebagai berikut.

Gambar 14. Anak berdiskusi
Sumber : Gambar Taman Kanak-kanak Alam Pelopor

 Bercerita

Bercerita yaitu cara bertutur dan memberikan dongeng secara lisan. Cerita harus diberikan secara menarik. Anak diberi kesempatan untuk bertanya dan memperlihatkan tanggapan. Pendidik sanggup menggunakan buku sebagai alat bantu bercerita.
 Demonstrasi

Demonstrasi dipakai untuk memperlihatkan atau memeragakan cara untuk membuat atau melaksanakan sesuatu.
 Bercakap-cakap

Bercakap-cakap sanggup dilakukan dalam bentuk tanya jawab antara pendidik dan peserta didik atau antara anak..
 Pemberian tugas

Pemberian kiprah dilakukan oleh pendidik untuk memberi pengalaman yang nyata kepada anak baik secara individumaupun secara berkelompok.
 Sosio-drama/bermain peran

Sosio-drama atau bermain kiprah dilakukan untuk mengembangkan daya khayal/imajinasi, kemampuan berekspresi, dan kreativitas anak yang diinspirasi dari tokoh- tokoh atau benda-benda yang ada dalam cerita.
 Karyawisata

Karyawisata yaitu kunjungan secara eksklusif ke objek- objek di lingkungan kehidupan anak yang sesuai dengan tema yang sedang dibahas.
 Proyek

Proyek merupakan suatu kiprah yang terdiri atas rangkaian kegiatan yang diberikan oleh pendidik kepada anak, baik secara individu maupun secara berkelompok dengan menggunakan objek alam sekitar maupun kegiatan sehari- hari.

 Eksperimen

Eksperimen merupakan pemberian pengalaman nyata kepada anak dengan melaksanakan percobaan secara eksklusif dan mengamati hasilnya.

Gambar 15. Anak sedang menggunakan baju
(Photo Taman Kanak-kanak ABC Bogor)

4) Dukungan pada Pembelajaran

Untuk membantu pencapaian pembelajaran yang optimal, diharapkan dukungan di antaranya:
(a) Media dan sumber berguru yang sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan;
(b) Pendidik dan tenaga kependidikan yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang relevan;
(c) Keterlibatan orang tua; dan

(d) Keterlibatan instansi terkait (misalnya: puskesmas, pemadam kebakaran, kepolisian, dll) dalam kegiatan pembelajaran yang sedang dilaksanakan.
5) Sistem informasi Manajemen

Media yang dibutuhkan untuk mensosialisasikan informasi manajemen pada TK, contoh:
(a) Papan pengumuman

(b) Brosur

(c) Buku panduan Taman Kanak-kanak

(d) Media cetak dan elektronik

(e) Pengelolaan data peserta didik, Misalnya: dalam bentuk grafik

(f) Pengelolaan data guru, misalnya: dalam bentuk tabel

(g) Data pendaftaran peserta didik

f. Rujukan Pembelajaran

1) Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik

Indonesia Nomor 137 Tahun 2014, wacana Standar PAUD.

2) Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik

Indonesia Nomor 146 Tahun 2014, wacana Kurikulum 2013

Pendidikan Anak Usia Dini.

3. Penilaian Perkembangan Anak

a. PengertianPenilaian PerkembanganAnak

Penilaian di Taman Kanak-kanak diarahkan untuk menilai proses dan hasil berguru anak. Penilaian proses dan hasil kegiatan berguru yaitu suatu proses mengumpulkan dan mengkaji banyak sekali informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh wacana pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu. Dalam pelaksanaan penilaian menggunakan penilaian otentik. Penilaian otentik yaitu penilaian proses dan hasil berguru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berkesinambungan. Penilaian tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh anak, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang sanggup dilakukan oleh anak
b. Fungsi Penilaian Perkembangan Anak

Penilaian kegiatan berguru anak mempunyai fungsi untuk memantau kemajuan belajar, hasil belajar, dan perbaikan hasil kegiatan berguru anak secara berkesinambungan.

c. Tujuan Penilaian Perkembangan Anak

Penilaian proses dan hasil berguru Taman Kanak-kanak bertujuan untuk:

1) Mendapatkan informasi wacana pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama mengikuti pendidikan

2) Menggunakan informasi yang didapat sebagai umpan balik bagi pendidik untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran dan meningkatkan layanan pada anak semoga sikap, pengetahuan, dan keterampilan berkembang secara optimal;
3) Memberikan informasi bagi orang renta untuk melaksanakan pengasuhan di lingkungan keluarga yang sesuai dan terpadu dengan proses pembelajaran; dan
4) Memberikan materi masukan kepada banyak sekali pihak yang relevan untuk turut serta membantu pencapaian perkembangan anak secara optimal.

d. Prinsip Penilaian Perkembangan Anak

Penilaian proses dan hasil berguru anak menurut pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
1) Mendidik

Proses dan hasil penilaian sanggup dijadikan dasar untuk memotivasi, mengembangkan, dan membina anak semoga tumbuh dan berkembang secara optimal.
2) Berkesinambungan

Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk mendapat citra wacana pertumbuhan dan perkembangan anak.
3) Objektif

Penilaian didasarkan pada mekanisme dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
4) Akuntabel

Penilaian dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan kriteria yang terang serta sanggup dipertanggungjawabkan.
5) Transparan

Penilaian dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan hasil penilaian sanggup diakses oleh orang renta dan semua pemangku kepentingan yang relevan.
6) Sistematis

Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram sesuai dengan

pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan banyak sekali instrumen.
7) Menyeluruh

Penilaian meliputi semua aspek pertumbuhan dan perkembangan anak baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan.
8) Bermakna

Hasil penilaian memperlihatkan informasi yang bermanfaat bagi anak, orangtua, pendidik, dan pihak lain yang relevan.

e. Lingkup Penilaian Perkembangan Anak

Penilaian proses dan hasil kegiatan berguru anak meliputi semua aspek perkembangan yang dirumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

f. Mekanisme Penilaian Perkembangan Anak
1) Penilaian proses dan hasil kegiatan berguru Taman Kanak-kanak dilaksanakan oleh pendidik.
2) Teknik dan Instrumen Penilaian

Teknik dan instrumen yang dipakai untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yaitu sebagai berikut.
(a) Pengamatan atau observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran baik secara eksklusif maupun tidak eksklusif dengan menggunakan lembar observasi, catatan menyeluruh atau jurnal, dan rubrik.
(b) Percakapan merupakan teknik penilaian yang sanggup dipakai baik pada ketika kegiatan terpimpin maupun bebas.
(c) Penugasan merupakan teknik penilaian berupa pemberian kiprah yang akan dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu maupun kelompok serta secara berdikari maupun didampingi.
(d) Unjuk kerja merupakan teknik penilaian yang melibatkan anak dalam bentuk pelaksanaan suatu acara yang sanggup diamati.
(e) Penilaian hasil karya merupakan teknik penilaian dengan melihat produk yang dihasilkan oleh anak sesudah melaksanakan suatu kegiatan.
(f) Pencatatan anekdot merupakan teknik penilaian yang dilakukan dengan mencatat sikap dan sikap khusus pada anak ketika suatu

kejadian terjadi secara tiba-tiba/insidental baik positif maupun negatif.
(g) Portofolio merupakan kumpulan atau rekam jejak banyak sekali hasil kegiatan anak secara berkesinambungan atau catatan pendidik wacana banyak sekali aspek pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai salah satu materi untuk menilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

3) Waktu Penilaian

Penilaian dilakukan mulai dari anak datang, selama proses pembelajaran, ketika istirahat, hingga anak pulang. Hasil penilaian sanggup dirangkum dalam kurun waktu harian, mingguan atau bulanan.

4) Pengolahan Penilaian

(a) Penilaian proses dan hasil berguru anak dimasukkan ke dalam format yang disusun oleh pendidik setiap selesai melaksanakan kegiatan.
(b) Catatan penilaian proses dan hasil berguru perkembangan anak dimasukkan ke dalam format rangkuman penilaian mingguan atau bulanan untuk dibentuk kesimpulan sebagai dasar laporan perkembangan anak kepada orang tua.
5) Pelaporan Pencapaian Hasil Perkembangan dan Pertumbuhan Anak. (a) Pelaporan yaitu kegiatan mengomunikasikan hasil penilaian
wacana tingkat pencapaian perkembangan anak baik secara psikis maupun fisik yang dilakukan secara terencana oleh pendidik. Apabila terdapat pertumbuhan dan perkembangan yang tidak biasa pendidik sanggup berkonsultasi ke andal yang relevan.
(b) Bentuk pelaporan berupa deskripsi pertumbuhan fisik dan perkembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak yang dilaporkan kepada orang renta dilengkapi dengan lampiran hasil portofolio.
(c) Teknik pelaporan dilakukan dengan cara bertatap muka dengan orang renta untuk menjelaskan hasil penilaian anak.
(d) Pelaporan secara tertulis diberikan kepada orang renta minimal

sekali untuk setiap 6 bulan, sedangkan pelaporan secara lisan sanggup diberikan sesuai kebutuhan.
g. Pihak yang Terlibat Penilaian Perkembangan Anak

Pihak-pihak yang terlibat dalam penilaian antara lain :

1) pendidik;

2) kepala sekolah; dan

3) pihak lain yang relevan

h. Rujukan Penilaian

Pelaksanaan Penilaian secara lebih teknis semoga mengacu Pedoman Penilaian Perkembangan Anak yang disusun oleh Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Pendidik
Pendidik anak usia dini terdiri atas pendidik TK, guru pendamping, dan guru pendamping muda mempunyai kualifikasi dan kompetensi sebagai berikut (lihat Permen no137 tahun 2014 wacana Satandar PAUD):.
1) Kualifikasi Akademik dan kompetensi Guru TK:

a) Kualifikasi Akademik pendidik TK:

(1) Memiliki ijazah Diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini, dan kependidikan lain yang relevan dengan sistem pendidikan anak usia dini, atau psikologi yang diperoleh dari acara studi terakreditasi, dan
(2) Memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) PAUD

dariperguruan tinggi yang terakreditasi.

b) Kompetensi Guru PAUD dikembangkan secara utuh meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional

2) Kualifikasi Akademik dan kompetensi Guru Pendamping:

a) Kualifikasi Akademik Guru Pendamping:

(1) Memiliki ijazah Diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S1)

dalam bidang pendidikan anak usia dini, dan kependidikan

lain yang relevan dengan sistem pendidikan anak usia dini, atau psikologi yang diperoleh dari acara studi terakreditasi; atau
(2) Memiliki ijazah D-II PGTK dari Program Studi terakreditasi. b) Kompetensi Guru Pendamping:
Kompetensi Guru Pendamping meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional.
.
3) Kualifikasi akademik dan kompetensi Guru Pendamping Muda

a) Kualifikasi akademik Guru Pendamping Muda

(1) Memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA), dan

(2) Memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD dari forum pemerintah yang kompeten.
b) Kompetensi Guru Pendamping Muda

Kompetensi Guru Pendamping Muda meliputi pemahaman dasar-dasar pengasuhan, keterampilan melaksanakan pengasuhan, bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan tingkat usia anak.

b. Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan Taman Kanak-kanak merupakan tenaga yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan di TK
Tenaga Kependidikan terdiri atas Pengawas TK, Kepala TK. Tenaga

Administrasi, dan tenaga penunjang lainnya.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak mempunyai kualifikasi akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan, sehat jasmani, rohani/mental, dan sosial.
1) Kualifikasi Akademik dan kompetensi Pengawas/Penilik

PAUD

a) Kualifikasi Akademik Pengawas/Penilik PAUD

(1) Memiliki ijazah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) Kependidikan yang relevan dengan sistem pendidikan anak

usia dini dari Perguruan Tinggi Penyelenggara Program

Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

(2) Memiliki pengalaman minimum 5 (lima) tahun sebagai guru PAUD dan minimum 3 (tiga) tahun sebagai kepala forum PAUD bagi pengawas PAUD.
(3) Memiliki pengalaman minimum 5 (lima) tahun sebagai Pamong berguru atau Guru PAUD dan minimum 3 (tiga) tahun sebagai kepala forum PAUD bagi penilik PAUD.
(4) Memiliki pangkat minimum penata, golongan ruang III/c –

III/d bagi pegawai negeri sipil.

(5) Memiliki usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun pada ketika diangkat menjadi pengawas PAUD.
(6) Memiliki usia paling tinggi 54 (lima puluh empat) tahun pada ketika diangkat menjadi penilik PAUD.
(7) Memiliki sertifikat lulus seleksi calon pengawas atau penilik

PAUD dari forum pemerintah yang kompeten.

(8) Memiliki sertifikat pendidikan dan training fungsional pengawas atau penilik dari forum pemerintah yang kompeten.
b) Kompetensi Pengawas/Penilik PAUD

Kompetensi Pengawas atau Penilik PAUD meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi penelitian dan pengembangan, kompetensi supervisi akademik, dan kompetensi penilaian pendidikan (lihat lampiran 3.B.4.4).

2) Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Kepala Taman Kanak-kanak dan homogen lainnya:
a) Kualifikasi Akademik Kepala TK

(1) Memiliki kualifikasi akademik sebagaimana yang dipersyaratkan pada kualifikasi pendidik;
(2) Memiliki usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada ketika diangkat menjadi kepala TK.

(3) Memiliki pengalaman minimum 3 (tiga) tahun sebagai pendidik;
(4) Memiliki pangkat/golongan minimum Penata Muda Tingkat I, (III/b) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan golongan yang dikeluarkan oleh yayasan atau forum yang berwenang;
(5) Memiliki sertifikat lulus seleksi calon Kepala Taman Kanak-kanak dari forum pemerintah yang berwenang.
b) Kompetensi Kepala TK

Kompetensi Kepala forum PAUD meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, dan kompetensi supervisi (lihat lampiran 3.B.4.5).

3) Kualifikasi akademik dan kompetensi tenaga manajemen TK

a) Kualifikasi tenaga manajemen Taman Kanak-kanak mempunyai ijazah minimum

Sekolah Menegah Atas (SMA).

b) Kompetensi Tenaga Administrasi Taman Kanak-kanak memenuhi kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi manajerial (lihat lampiran 3.B.4.6).
Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan Taman Kanak-kanak sanggup melalui: :
a. Pelatihan . seminar, workshop, atau magang

b. Referensi dalam bentuk buku, juknis pembelajaran PAUD atau internet
c. Diskusi internal atau eksternal untuk Berbagi pengalaman baik dengan guru di lembaganya maupun dengan forum lain

5. Sarana dan Prasarana

Persyaratan sarana prasarana terdiri atas:

Taman Kanak-kanak dan sejenisnya dengan persyaratan, meliputi:

a. Memiliki luas lahan minimal 300 m2 (untuk bangunan dan halaman);

Gambar 16. Anak sedang mencuci tangan sebelum makan
Sumber : Gambar Taman Kanak-kanak Alam Ceria

b. Memiliki ruang kegiatan anak yang aman dan sehat dengan rasio minimal
3 m2 per-anak dan tersedia kemudahan basuh tangan dengan air bersih;

Gambar 17 Ruang pendidik dan kepala sekolah
Sumber : Gambar Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Nasional
c. Memiliki ruang guru;
d. Memiliki ruang kepala;

Gambar 18. Pemeriksaan gigi
Sumber : Gambar Taman Kanak-kanak Anak Saleh

e. Memiliki ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dengan kelengkapan administrasidan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dan segala aktifitasnya,

Gambar 19. Ruang jamban pendidik dan peserta didik
Sumber : Gambar Taman Kanak-kanak Alam Pelopor

f. Memiliki jamban dengan air higienis yang gampang dijangkau oleh anak dengan pengawasan guru;
g. Memiliki ruang lainnya yang relevan dengan kebutuhan kegiatan anak;

Gambar 20. Anak sedang bermain balok
Sumber : Gambar TK. Negeri Pembina Nasional

h. Memiliki alat permainan edukatif yang aman dan sehat serta tidak membahayakan bagi anak yang sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia);

Gambar 21 Anak sedang makan dihalaman kelas
Sumber : Gambar TK. Alam Ceria Bogor
i. Memiliki kemudahan bermain di dalam maupun di luar ruangan yang aman dan sehat; dan

Gambar 22. Tempat sampah organic dan non organic
Sumber : Gambar TK. Negeri Pembina Nasional Jakarta

j. Memiliki tempat sampah yang tertutup dan tidak tercemar, sanggup dikelola setiap hari.

6. Pengelolaan

a. Struktur Organisasi

Dalam pengelolaan Taman Kanak-kanak terdiri dari unsur-unsur yang mempunyai kiprah dan fungsi sebagai berikut:

1) Ketua Yayasan

(a) Membuat acara pengembangan forum dengan berangkat dari

Visi dan Misi .

(b) Membuat Job Description wacana pengelolaan satuan TK

(c) Berkoordinasi dengan Pengelola dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan pengelolaan secara periodik.
2) Melakukan pembinaan secara rutin terhadap sekolah terutama yang menyangkut kelancaran proses pembelajaran.Kepala Taman Kanak- Kanak
(a) Menyusun Visi Misi dan acara kegiatan TK

(b) Menyosialisasikan Visi Misi dan acara tersebut kepada masyarakat / orang renta siswa
(c) Membuat acara kerja tahunan, semesteran, bulanan dan mingguan wacana pengelolaan TK.
(d) Membuat perencanaan RAPBS

(e) Membina para tenaga Pendidik Taman Kanak-kanak secara rutin sehingga mereka bisa melaksanakan kiprah secara profesional.
(f) Menerima, mengelola dan melaporkan dana yang diperoleh baik dari para orang renta murid maupun dari pihak lain
(g) Membuat laporan kegiatan Taman Kanak-kanak kepada ketua Yayasan. (h) Membuat laporan hasil kinerja guru dan karyawan
3) Tugas sekretaris / tata usaha

(a) Mencatat pendaftaran siswa

(b) Memdokumentasikan surat masuk dan Keluar

(c) Mengisi buku Inventaris barang

(d) Mengelola data buku Regristrasi siswa , guru dan karyawan

(e) Membuat laporan bulanan

(f) Membuat Notulen rapat

(g) Membuat penjadwalan

(h) Bersama kepala sekolah dan guru mendokumentasikan/

menyusun kalender Pendidikan

(i) Bersama kepala Sekolah dan guru mendokumentasikan/ menyusun Program tahunan, Program semester , Rencana kegiatan mingguan dan Rencana Kegiatan Harian
(j) Membuat laporan kegiatan Kelompok Bermain

4) Tugas Bendahara

(a) Mencatat pemasukan keuangan

(b) Bersama Pengelola membuat perencanakan RAPBS

(c) Mencatat & Menerima SPP , mengelola dan melaporkan dana yang diperoleh baik dari para orang renta murid maupun dari pihak lain
(d) Mengalokasikan penerimaan dana sesuai dengan RAPBS

(e) Mengumpulkan dokumen–dokumen penggunaan dana untuk lampiran pembuatan laporan
(f) Mendistribusikan dana untuk : Biaya Operasional , Honor Guru , barang habis pakai dll
(g) Membuat laporan keuangan kelompok Bermain kepada kepala sekolah / pengelola

5) Guru kelas

(a) Merencanakan pembelajaran dengan Membuat RKM , RKH

(b) Bersama Pengelola & team guru membuat Program Tahunan , Program Semester
(c) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RKM – RKH (d) Membuat penilaian pembelajaran dengan teknik penilaian (e) Menyiapkan alat permainan edukatif sesuai dengan RKH (f) Mendokumentasikan Porto folio anak
(g) Mendokumentasikan hasil kerja

(h) Mendokumentasikan Ekspresi anak

(i) Pengolahan data penilaian

(j) Membuat laporan harian, laporan bulanan , Laporan Semesteran dan laporan Tahunan
(k) Membuat penilain kinerja sesama guru

(l) Membuat laporan hasil pengawasan ( problem apa yang terjadi , bagaimana penyelesaian nya , lantaran terjadinya problem , solusi masalahnya dan tindak lanjutnya )

b. Alokasi waktu penyelenggaraan Proses Pembelajaran

1) Pelaksanaan pembelajaran dalam satu semester 17 minggu.

2) Dalam satu ahad minimal 900 menit.

3) Lama pertemuan dalam satu hari, tergantung pada jumlah hari berguru dalam satu minggu.
(a) Apabila pembelajaran berlangsung 5 hari maka setiap harinya 900 menit : 5 hari = 180 menit atau 3 jam (tidak termasuk jam istirahat).
(b) Apabila pembelajaran berlangsung 6 hari maka setiap harinya 900 menit : 6 hari = 150 menit atau 2.5 jam (tidak termasuk jam istirahat).
4) Rasio guru dan anak didik 1:15.

c. Administrasi Pembelajaran

1) Program tahunan

2) Rencana Pembelajaran Semester

3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)

4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

5) Dokumen Penilaian

6) Laporan Penilaian Perkembangan Anak

d. AdministrasiPeserta Didik

1) Buku Calon Peserta Didik (Contoh lihat Lampiran 3.1.)

2) Formulir Pendaftaran Peserta Didik (Contoh lihat Lampiran 3.2.)

3) Buku Induk Peserta Didik

Merupakan data lengkap peserta didik sesuai dengan nomor identitas peserta didik.
Contoh cara pembuatan nomor induk:

 1415001 : peserta didik urutan pertama masuk pada tahun fatwa 2014/2015
 1516002: peserta didik urutan pertama masuk pada tahun ajaran

2015/2016, anak ke-dua pada forum itu.

Secara lengkap, contoh sanggup dilihat pada Lampiran 3.3.

4) Buku Daftar Kelompok Peserta Didik

Merupakan catatan data peserta didik menurut penggolongan tertentu, contohnya menurut usia/kelas. Contoh ada pada Lampiran 3.4.

5) Buku Mutasi Anak Didik

Merupakan buku catatan perpindahan masuk peserta didik ke dalam satuan Paud atau perpindahan peserta didik keluar satuan. Contoh ada pada Lampiran 3.5.

e. Administrasi Kelas

1) Buku kehadiran peserta didik (Contoh dilihat pada Lampiran 3.6)

2) Buku tamu kelas. (Contoh dilihat pada Lampiran 3.7)

3) Buku Observasi Anak (Contoh dilihat pada Lampiran 3.8)

4) Buku Pengambilan dan Pengembalian Laporan Penilaian

Perkembangan Anak (contoh Lampiran 3.9)

5) Buku Inventaris Kelas (Contoh pada Lampiran 3.10)

6) Buku Penghubung (contoh Lampiran 3.11)

7) Buku Notulen rapat (Contoh Lampiran 3.12)

Gambar 23. Papan data pendidik dan peserta didik
Sumber : Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Nasional Jakarta

f. Administrasi Kepegawaian

1) Data Kepegawaian ( contoh Lihat Lampiran 3.13.)

2) Daftar Riwayat Hidup ( contoh Lihat Lampiran 3.14)

3) Daftar Penilaian Prestasi Pegawai (contoh lihat Lampiran 3.15)

4) Daftar Hadir Pendidik dan Pegawai ( contoh Lihat Lampiran 3.16)

g. Administrasi Perlengkapan dan Barang

1) BukuInventaris Gedung dan Barang ( contoh Lihat Lampiran 3.17)

2) Bukuinventaris buku perpustakaan (contoh Lihat Lampiran 3.18)

3) Bukuinventaris alat permainan edukatif (APE) (contoh Lihat

Lampiran 3.19)

4) Buku penerimaan dan pengeluaran barang (contoh Lihat Lampiran

3.20.

5) Buku abolisi barang (contoh Lihat Lampiran 3.21)

h. Administrasi Keuangan

1) RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah) (contohLihat Lampiran

3.22.)

2) Buku Kas Umum (Kas Bulanan) ( contoh Lihat Lampiran 3.23)

3) Buku Kas Harian (contoh Lihat Lampiran 3.24)

4) Laporan Keuangan ( contoh Lihat Lampiran 3.25)

i. Administrasi Umum

1) Buku Ekspedisi contoh Lihat Lampiran 3.26.

2) Buku Tamu contoh Lihat Lampiran 3.27.

3) Laporan Bulanan contoh Lihat Lampiran 3.28.

4) Notulen contoh Lihat Lampiran 3.29.

5) Buku Surat Masuk dan Keluar contoh Lihat Lampiran 3.30.

6) Rencana Kegiatan jangka menengah (5 tahun)

j. Kemitraan

Bentuk kerjasama yang dibangun di Taman Kanak-kanak yang mempunyai ciri-ciri ;

1) Formal: dibuktikan dengan surat kerjasama

2) Relevan: sesuai dengan kebutuhan TK

3) Saling menguntungkan : memperlihatkan keuntungan tidak hanya untuk satuan PAUD tetapi sanggup bermanfaat juga untuk forum mitra
4) Berkelanjutan: diselenggarakan secar terus menerus

k. Pembiayaan

Komponen pembiayaan penyelenggaraan Taman Kanak-kanak meliputi:

1) Biaya investasi, dipakai untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana-prasarana, serta pengembangan SDM
2) Biaya operasional, dipakai untuk honor pendidik dan tenaga

kependidikan serta tunjangan yang melekat, penyelenggaraan acara pembelajaran dan
3) Biaya personal,digunakan sebagai biaya pendidikan yang dikeluarkan untuk anak dalam mengikuti proses pembelajaran
4) Sumber pembiayaan berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, yayasan, partisipasi masyarakat, dan atau pihak lain yang tidak mengikat.
5) Pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan Taman Kanak-kanak diadaptasi dengan peraturan perundang-undangan.

C. Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

1. Pengertian dan Tujuan

a) Pengertian Deteksi Dini

Deteksi dini yaitu kegiatan untuk menemukan secara dini adanya potensi dan kendala pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini.
b) Tujuan Deteksi Dini

Hasil deteksi dini tumbuh kembang anak bertujuan sebagai dasar untuk memperlihatkan stimulasi dan intervensi yang sempurna sesuai dengan kebutuhan anak.

2. Deteksi Pertumbuhan meliputi :

a) Menimbang berat tubuh anak setiap bulan untuk melihat pertumbuhan berat badan.
b) Mengukur tinggi/panjang tubuh anak setiap bulan untuk melihat pertumbuhan tinggi/panjang badan.
c) Mengukur besar lingkar kepala anak setiap untuk melihat pertumbuhan lingkar kepala.
d) Memeriksa bab kepala (rambut, mata, telinga, hidung, mulut, gigi), kulit, kuku, tangan dan kaki dilaksanakan minimal seminggu 1 (satu) kali untuk melihat kebersihan dan kesehatan.

3. DeteksiPerkembangan meliputi :

a) Sosial emosional dan kemandirian

Deteksi dini ini bekerjasama dengan kemampuan bersosialisasi dan pengendalian emosiserta kemampuan berdikari anak. Hambatan mungkin terjadi contohnya ketika anak:
(1) Kurang konsentrasi/pemusatan perhatian; (2) Sulit berinteraksi dengan orang lain;
(3) Praktis menangis/cengeng;

(4) Sering murka kalau keinginannya tidak dituruti. b) Bahasa
Deteksi dini ini dilakukan untuk melihat kendala yang bekerjasama dengan kemampuan berbahasa yang meliputi kemampuan membedakan bunyi yang bermakna dan tidak bermakna (bahasa reseptif), bicara (bahasa ekspresif), komunikasi (pragmatik).
c) Fisik (motorik kasar dan halus)

Gambar 24. Anak sedang menangkap ikan
Sumber : Gambar Taman Kanak-kanak Ceria Bogor

(1) Motorik kasar

Deteksi dini pada motorik kasar dilakukan untuk melihat kendala yang bekerjasama dengan keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh dengan menggunakan otot-otot besar.

(2) Motorik halus

Deteksi dini pada motorik halus dilakukan untuk melihat kendala yang melibatkan gerakan bab tubuh tertentu yang memerlukan koordinasi yang cermat antara otot-otot kecil/halus dan mata serta tangan.
d) Kognitif

Deteksi dini pada aspek kognitif dilakukan untuk melihat kendala yang bekerjasama dengan aspek kematangan proses berpikir.
e) Penglihatan

Deteksi dini pada penglihatan dilakukan untuk melihat kendala yang bekerjasama dengan:
(1) Pengamatan melalui indera penglihatanyangmerupakan keterampilan untuk melihat persamaan dan perbedaan, bentuk, warna, benda, sebagai dasar untuk pengembangan kognitif; dan
(2) Keterampilan untuk mengingat apa yang sudah dilihatnya. f) Pendengaran
Deteksi dini pada pendengaran dilakukan untuk melihat problem yang bekerjasama dengan:
(1) Pengamatan melalui indera pendengaran yang merupakan keterampilan untuk bisa mendengar perbedaan dan persamaan suara; dan
(2) Keterampilan untuk bisa mengingat suara-suara atau bunyi.(contoh lampiran kartu deteksi dini tumbuh kembang)

4. Langkah-langkah Deteksi Dini Tumbuh kembang

a) Persiapkan buku DDTK b) Persiapkan Kartu DDTK c) Tentukan Umur anak
d) Cantumkan dan lingkari tanggal investigasi di kotak umur anak e) Lakukan Pemeriksaan
f) Jika anak sudah mampu,berikan tanda(√) pada kotak yang tersedia

g) Jika anak tidak mampu, lihatlah kemampuan anak satu tingkat dibawah usianya
h) Hubungkan tanda (√) menjadi sebuah garis yang saling bekerjasama

i) Hasil investigasi dibahas bersama:

 Apakah anak perlu distimulasi ?

 Apakah anak perlu dirujuk ?

 Apakah anak sudah sesuai umur perkembangannya ?

j) Pencatatan

Catat hal -hal yang ditemukan pada saatpemeriksaan:

 Sikap

 Kondisi anak ketika investigasi dll

(Contoh format rekapitulasi pelaksanaan DDTK)

5. Tindak Lanjut Hasil Deteksi

a. Tindak Lanjut oleh Pendidik

Apabila ditemukan kendala perkembangan diharapkan kesepahaman orang renta dan pendidik untuk penanganan lebih lanjut. Jika dirasa perlu pendidik sanggup merekomendasikan kepada orangtua untuk melaksanakan konsultasi ke andal yang relevan antara lain kepada staf Puskesmas, terapis, psikolog, dan/atau dokter. (contoh terlampir surat rekomendasi
3 C 4.a)

b. Tindak Lanjut oleh Pusat Rujukan

Berdasarkan hasil kesepakatan orang tua, maka pusat referensi sanggup menindaklanjuti hasil deteksi dini anak sesuai dengan kebutuhan.

BAB IV

EVALUASI, PELAPORAN, DAN PEMBINAAN

A. Evaluasi

1. Pengertian

Evaluasi penyelenggaraan acara yaitu suatu kegiatan untuk melaksanakan penilaian terhadap proses pelaksanaan penyelenggaraan acara forum Taman Kanak-kanak

2. Tujuan

Untuk mengetahui sejauh mana kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan/ancaman, dan permasalahan yang ditemukan/dihadapi dalam penyelenggaraan Taman Kanak-kanak, yang selanjutnya dijadikan pola penyempurnaan dalam pembinaan dan pengelolaan acara selanjutnya. Evaluasi juga dilakukan untuk memperoleh citra wacana penyelenggaraan Taman Kanak-kanak yang bekerjasama dengan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum, sarana prasarana, pembiayaan.

3. Aspek yang dievaluasi

a. Kesesuaian acara dengan visi, misi, dan tujuan lembaga.

b. Kurikulum, Rencana Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian, serta jadwal harian.
c. Kinerjapendidik, dan tenaga Kependidikan.

d. Keamanan, kenyamanan dan kebersihan lingkungan, sarana, alat bermain, dan materi bermain yang dimiliki serta dipakai anak.
e. Kelengkapan administrasi.

4. Waktu Evaluasi

Pelaksanaan penilaian sanggup dilakukan secara terencana dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan, sekurang-kurangnya setiap enam bulan sekali.

B. Pelaporan

1. Pengertian Pelaporan

Pelaporan yaitu proses penyampaian data dan atau informasi mengenai kemajuan penyelenggaraan Lembaga dan pembelajaran di Taman Kanak- kanak yang dilakukan secara periodik/berkala.

2. Tujuan Pelaporan

Pelaporan dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan kemajuan

Lembaga dan peserta didik selama berada di Taman Kanak-Kanak.

3. Prinsip Pelaporan

a. Laporan dibentuk secara sederhana dengan bahasa yang gampang dipahami.
b. Data yang dijadikan materi laporan harus akurat dan sesuai kondisi yang sebenarnya.
c. Laporan bersifat deskriptif dan informatif.

d. Laporan penyelenggaraan acara mencerminkan pelaksanaan dan keberhasilan program, sertai masukan/saran bagi pelaksanaan acara selanjutnya.
e. Laporan memperlihatkan rekomendasi untuk perbaikan/peningkatan baik forum maupun anak didik.

4. Jenis Pelaporan

a. Pelaporan penyelenggaraan acara diberikan kepada penyelenggara forum (yayasan) atau Dinas Pendidikan setempat (bagi PAUD Negeri) sanggup diserahkan setiap selesainya berakhir suatu kegiatan, bulan, semester atau simpulan tahun. Periode penyerahan laporan tersebut diadaptasi dengan jenis program. Berikut yaitu contoh jenis acara dan masa penyerahan laporan:

No Jenis Program Masa
Penyerahan

Dilaksanakan oleh

Ditujukan
Kepada
1 Kegiatan acara pembelajaran semester I

Akhir semester I

Kepala sekolah

Yayasan (Dinas bagi forum negeri)
2 Kegiatan program
pembelajaran semester
II Akhir
semester II Kepala
sekolah Yayasan
(Dinas bagi forum negeri)
3 Program kegiatan Max 1 bulan khusus (outbond, field- sesudah trip, pentas seni, dll) berakhirnya
kegiatan Panitia Kepala
Sekolah

b. Pelaporan ini meliputi semua unsur acara yang meliputi: pendidik dan tenaga kependidikan, sarana, prasarana, keuangan, dan lainnya.

C. Pembinaan

1. Pengertian Pembinaan

Pembinaan pelaksanaan kegiatan di Taman Kanak-kanak yaitu keseluruhan proses kerjasama untuk pembinaan terhadap peserta didik, guru dan pengelola dalam rangka mendukung peningkatan mutu pelayanan.
2. Tujuan Pembinaan

a. Membantu pendidik meningkatkan pengembangan kompetensinya, baik kompetensi paedagogis,kepribadian, sosial, dan profesional.
b. Membantu kepala Taman Kanak-kanak semoga lebih efektif dan efisien dalam:

1) Meningkatkan profesionalisme pendidik dan membuat lingkungan yang kondusif;
2) memberi masukan terkait kinerja kepala sekolah;

3) meningkatkan kemampuan kepala sekolah sebagai pencetus (inovator) Taman Kanak-kanak semoga bisa mencari, menemukan dan melaksanakan banyak sekali pembaharuan di lembaga;
4) meningkatkan kemampuan kepala sebagai pendorong (motivator)

semoga bisa mengelola lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja,

disiplin, motivasi, penghargaan secara efektif dan penyediaan banyak sekali sumber bermain.
3. Prinsip Pembinaan

Ketika pembinaan dijalankan, perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini:
a. Obyektif

Pembinaan dilakukan menurut pada kenyataan atas dasar data dan fakta yang ditemukan di lapangan.
b. Demokratis

Dilakukan dengan sikap yang akrab, hangat, menjunjung tinggi martabat guru dan kemitraan.
c. Kerjasama

Mengingat pembinaan meliputi ruang lingkup yang holistik, maka pembinaan perlu menjalin kekompakan dan kebersamaan.
d. Konstruktif dan kreatif

Pembinaan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, memotivasi dan membangun dengan ide-ide baru, sehingga sanggup memotivasi dalam mengembangkan potensi guru.
e. Sistematis, terencana dan berkesinambungan.

Pembinaan perlu dilakukan secara terencana dengan acara yang sistematis dan terus menerus sehingga perbaikan sanggup dilaksanakan dan dipantau untuk diberikan usulan-usulan.
4. Jenis Pembinaan

Jenis pembinaan sanggup dibedakan menurut tingkat (jenjang) area pembinaan.
a. Tingkat lembaga

Di tingkat forum dilakukan oleh kepala sekolah, sementara kepala sekolah dibina oleh Yayasan.
b. Tingkat kecamatan

Di tingkat kecamatan dilakukan oleh Pengawas/Penilik atau UPTD Kecamatan, dimana Taman Kanak-kanak tersebut berada.

c. Tingkat kabupaten/kota.

Di tingkat kabupaten/kota dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota dalam hal ini Bidang/Subdin atau petugas yang membidangi Taman Kanak-kanak.
d. Tingkat propinsi

Di tingkat propinsi dilakukan oleh Dinas Pendidikan Propinsi yang bertugas membidangi Taman Kanak-kanak.
e. Tingkat nasional

Di tingkat pusat dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jendral PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.
5. Teknik Pembinaan

Untuk melaksanakan pembinaan sanggup dipakai beberapa tehnik, antara lain

:

a. Pendampingan

Pendampingan berupa kegiatan coaching dan mentoring. Coaching merupakan pendampingan jangka pendek dalam rangka memperlihatkan saran-saran/latihan-latihan semoga pendidik sanggup meningkatkan kompetensinya. Mentoring merupakan pendampingan dalam waktu yang lebih panjang dalam rangka membangun hubungan antara pendidik dengan seniornya. Dengan hubungan yang baik oleh orang yang lebih kompeten maka diharapkan terjadi penularan kompetensi kepada pendidik dan tenaga kependidikan, baik secara paedagogis, pribadi, sosial, dan profesional.
b. Kunjungan kelas

Kunjungan kelas sanggup dilakukan secara berencana untuk memperoleh citra wacana proses pembelajaran dan pengelolaan kelas yang dilaksanakan guru.
c. Observasi

Observasi kelas sanggup dilaksanakan untuk mengetahui kegiatan guru dan anak dalam proses pembelajaran.

d. Percakapan pribadi

Pembinaan bisa juga dilakukan melalui percakapan pribadi yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu untuk masalah-masalah khusus.
e. Kunjungan antar kelas atau antar sekolah

Kunjungan ini dimaksudkan untuk saling bertukar pengalaman dan hal-hal lain yang bertujuan untuk perbaikan pembelajaran.
f. Rapat rutin

Kegiatan ini dilakukan antara pembina dengan para guru dalam rangka memecahkan masalah. Dalam pembinaan ini sanggup menggunakan tehnik berdikusi sehingga muncul sharing pendapat/ide wacana banyak sekali hal yang bekerjasama dengan pembelajaran atau penyelenggaraan.

BAB V PENUTUP

Buku Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak ini merupakan petunjuk simpel yang sanggup dijadikan pola bagi penyelenggaraan Taman Kanak-kanak di Indonesia. Taman Kanak-kanak sanggup mengembangkan penyelenggaraan sesuai dengan kemampuannya dengan menambah kegiatan lainnya tanpa mengabaikan prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini.
Buku petunjuk ini diharapkan sanggup membantu penyelenggara, Pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan kiprah sehari-hari dalam menjaga mutu pendidikan anak usia dini.
Untuk mencapai sasaran dan tujuan pendidikan di Taman Kanak-kanak yang telah ditetapkan, maka buku petunjuk ini perlu dipelajari, disosialisasikan dan dilaksanakan oleh semua stake holder.
Kiranya buku petunjuk ini sanggup bermanfaat bagi semua pihak dalam perjuangan meningkatkan mutu pendidikan Taman Kanak–Kanak.

Lampiran 3.1.

Contoh
Format Buku Calon Peserta Didik

No Nama Tempat Alamat& No Keterang
Form Anak Tanggal Usia NamaOrangtua HP an
Lahir
001 SitiAisah Hamidun Joyo Jl. Jayagiri
19 Lembang Diterima

Lampiran 3.2.

A. IdentitasAnak:

Contoh
Format Formulir Peserta Didik
1. NamaLengkap : ……………………………………………………………..…
2. NamaPanggilan : …………………………………………………..
3. JenisKelamin : ………………………………………………………..…
4. Tempat dan TanggalLahir : ……………………………………………
5. Nomor dan tanggal Akta Lahir : ……….……………………………
6. Agama : ……………………………………………………..……
7. Kewarganegaraan : …………………………………………………..……
8. Anakke : ……………………Jumlahsaudarakandung :……………
9. Jumlahorangdalamsaturumah : …………………………………………
10. Berat Badan : ………………………………………………………..……
11. TinggiBadan: …………………………………………………………..……
12. AlamatRumah : ………………………………………………..……
13. Berat BadanSaatLahir : ………………………………………..……
14. Penyakit yang seringdiderita : ……………………….……………*)
15. Penyakitberat yang pernahdiderita : ………..Tahun ……..…..*)
16. Pantanganmakanan……………………………….……..*)
B. Data Ayah
1. NamaAyahKandung :………………………………………………
2. Tempat dan TanggalLahir : ………………………………………..……
3. Kewarganegaraan : ……………………………………..……
4. Agama : ………………………………………..……
5. Alamatrumah dan No Telpon :……………………………………..……
6. PendidikanTerakhir : ………………………………………..……
7. Pekerjaan : ………………………………………..……
8. Alamat dan No Telp Kantor : ………………………………………..……
9. No HP : …………………………………………
C. Data Ibu
1. NamaIbuKandung :………………………………………..……
2. Tempat dan TanggalLahir :…………………………………………..…
3. Kewarganegaraan :………………………………………..……
4. Agama :……………………………………..……
5. Alamatrumah dan No Telpon :………………………………………..……
6. PendidikanTerakhir :…………………………………………..…
7. Pekerjaan :……………………………………………
8. Alamat dan No Telp Kantor :……………………………………………
9. No HP :……………………………………………

…………………………,
Orangtua/Wali,

Keterangan:

(…………………………………)
Data dalamformulirpendaftaraninidimasukkankedalamBukuIndukAnak dan formulirisianinidiarsipkanselama 5 tahun.
*) Bila ada.
**) Bubuhi tanda silangpadanomor yang dipilih

Lampiran 3.3. Contoh
Format BukuIndukAnak

Tanggal

Tempat&Tgl

Jenis

No.

IdentitasOrangtua Tanggalberhenti/

Keterangan
1. BukuIndukpesertadidikdigunakansecaraberkelanjutan
2. Nomorindukanakdidasarkanurutanpendaftaran
3. Kode 4 digitpertama pada nomorindukadalahkodetahunpendaftaran, sedangkan 4 digitberikutnyaadalahnomorurut yang terusberlanjutwalaupuntahunnyaberganti.
4. Jikaanakdinyatakanberhenti, pindah, atautamat, makadiisitanggalmulaiterhitungnya.
5. Jikaanak yang pernahberhentiataupindahmendaftaruntukikutkembali, makamenggunakannomorindukbarusesuaiurutansaatmendaftarkem bali.
6. BukuIndukAnakdibuatsendiridenganmenggunakanbuku besar bergaris.

Lampiran 3.4.

Format Daftar Kelompok

Contoh

No No Induk NamaAnak JenisKelamin Tempat&TglLahir

Lampiran 3.5.

Contoh
Format Buku Mutasi

No No Induk NamaAnak JenisKelamin Tanggal

Mutasi

Lampiran 3.6.

Contoh
Format Buku Kehadiran
Bulan ………… Tahun …….

No Nama

Tanggal Kegiatan Jumlah

4 Santika M I M M M M U M M M I M 1 9 – –
5 Sari M M M M M M R M M M M M – 11 – –
Dst..

Keterangan:
I = ijin M = masuk S = sakit A = alfa

Lampiran 3.7.

Contoh
Format Buku Tamu Kelas

No Hari,Tanggal,Jam NamaPengunjung Unsur Tujuan Paraf

Lampiran 3.8.

Contoh
Format Buku Catatan Observasi

NO NAMA ANAK TANGGAL
& JAM
TEMPAT
PERISTIWA TINDAK
LANJUT

Lampiran 3.9

Contoh
Format Buku Pengambilan dan Pengembalian LPPA

No NamaAnak

Lampiran 3.10

Contoh
Format Buku Inventaris Kelas

Peroleh an

NamaBarang

-lah

ang

Jum- lah

TanggalDi hapuskan

Keteranga n
1 30-05-11 Mainangantungberwarnaterang, berbunyi, berbahanlembut/lunak

2 30-05-11 Kerincinganberwarnaterang, amanbiladimasukkanmulutbayiataudibanting
3 30-05-11 Bonekajari/tangan (orang, binatang)
berbahanlunakdanberwarnaterang

2 PKK Kec. Kotaraja
2 Idem

5 Idem

1 23-08-
2010

Rusak
4 30-05-11 Bonekapiringwajah yang tersenyum/tertawa 2 Idem
5 30-05-11 Cermindaribahanplastikdenganbingkaitumpul 2 Idem
6 30-05-11 Kaostangandenganberbagaitekstur yang 5 Idem ujungnyaterdapatbonekawajah (bahanvelcro, satin,
sutera)

7 30-05-11 Bola kecildansedangdenganberbagaitekstur, warna, danukuranuntukdiremas, dilempar, atauditendang

5 Idem 2 20-07-
2010

Hilang
8 30-05-11 Bonekakaindanplastik 5 Idem
9 20-01-12 Mainangantungberwarnaterang, berbunyi, berbahanlembut/lunak

2 Sendiri
Dst.

Lampiran 3.11 Contoh
Format Buku penghubung

Hari/tanggal Posisi
Keterangan
No
Pendidik Orangtua

Lampiran 3.12.

Contoh
Format Buku Notulen Kelas

No Hari/Tanggal Pembicara Catatan Keterangan

Lampiran 3.13.

Contoh
Format Data Kepegawaian

No Nama Jenis
Induk Lengkap Kela
Pegawai min No
NUPTK
/ NIP
Mulai Tempat/ No Pendidikan
Bekerja Tgl Lahir Alamat HP Akhir

Lampiran 3.14.

Contoh
Format Daftar Riwayat Hidup

A. IdentitasDiri:
1. NamaLengkap : ………………………………………..……
2. NamaPanggilan : ………………………………………..……
3. JenisKelamin: ………………………………………..……
4. Status : ……………………………………………..
5. Tempat dan TanggalLahir : ………………………………………..……
6. Agama : ………………………………………..……
7. Kewarganegaraan : ………………………………………..……
8. AlamatRumah : ………………………………………..……
9. No HP: ……………………………………..……
10. Riwayatpendidikan:

No JenjangPendidikan TahunBelajar AsalSekolah
SD Sekolah Menengah Pertama SMA
PerguruanTinggi

11. Riwayatkesehatan: No Penyakit yang seringdiderita

Pencegahan/pengobatan
1 Asma Membawaobatsesak nafas
2 Polip Tindakanoperasi pada tahun 2010

B. Data Ayah
1. NamaAyahKandung :……………………………………..……
2. Tempat dan TanggalLahir :……………………………………..……
3. Kewarganegaraan :……………………………………..……
4. Agama :……………………………………..……
5. Alamatrumah dan No Telpon:…………………………………..……
6. PendidikanTerakhir : ……………………………………..……
7. Pekerjaan : ……………………………………..……
8. Alamat dan No Telp Kantor : ……………………………………..……
9. No HP :…………………………………………
C. Data Ibu
12. NamaIbuKandung :…………………………………..……
13. Tempat dan TanggalLahir :…………………………………..……
14. Kewarganegaraan :…………………………………..……
15. Agama :…………………………………..……
16. Alamatrumah dan No Telpon:…………………………………..……
17. PendidikanTerakhir :…………………………………..……
18. Pekerjaan :…………………………………..……
19. Alamat dan No Telp Kantor :………………………………..……
20. No HP :………………………………………

D. Data Suami/Istri
1. Namasuami/istri :……………………………………..……
2. Tempat dan TanggalLahir :……………………………………..……
3. Kewarganegaraan :……………………………………..……
4. Agama :……………………………………..……
5. Alamatrumah dan No Telpon:…………………………………..……
6. PendidikanTerakhir : …………………………………..……
7. Pekerjaan : …………………………………..……
8. Alamat dan No Telp Kantor:……………………………………..……
9. No HP :………………………………………

E. Data Anak
No NamaAnak JenisKelamin Tempat/TanggalLahir Pendidikan

…………………………,
Pendidik,

(…………………………………)

Lampiran 3.15.

Contoh
Format Daftar Penilaian Prestasi Pegawai

No JenisPenghargaan Tingkat Penyelenggara Tahun

Lampiran 3.16.

Contoh
Format Daftar Hadir / Pegawai
Bulan…………Tahun…………

No Nama TanggalKegiatan Jumlah

Keterangan:
I = ijin S = sakit

M = masuk A = alpa

Lampiran 3.17

Format Buku Inventaris Gedung dan Barang

No NamaBangunan/Barang Spesifikasi Jumlah Kondisi Keterangan

Lampiran 3.18

Contoh
Format Buku Inventaris Buku Perpustakaan

No
Judul Buku Nama
Pengarang Nama
Penerbit Kategori
Buku Asal
Buku

Lampiran 3.19

Contoh
Format Buku Inventaris Alat Permainan Edukatif

No Tanggal

Jum

AsalBara

PenghapusanBarang

Lampiran 3.20.

Contoh
Format Buku Penerimaan dan Pengeluaran Barang

Hari/ No Tangg
al

PenerimaanBarang PengeluaranBarang
Jenis
Barang Jumlah Asal JenisBarang Jumlah Untuk

Lampiran 3.21.

Contoh
Format Buku Penghapusan Barang

No Jenis Barang Asal Jumlah Kondisi Keterangan
Lampiran 3.22.

RENCANA KEGIATAN ANGGARAN SEKOLAH

NamaSekolah : Alamat : Kecamatan : Kab / Kota : Provinsi :

Sumber dana dan alokasi anggaran (rp)
No Standar Program dan
kegiatan Satuan /
volume Investasi pengembangan Rutin
(spp) Bos / pinjaman lainnya
Komite Kegiatan siswa
Ats
Jumlah

1 Isi

2 Proses

3 KompetensiLulusan

4 PendidikdanTenagaKependidi kan

5 SaranadanPrasarana

6 Pengelolaan

7 Pembiayaan

8 PenilaianPendidikan

JUMLAH

80

Lampiran 3.23

Contoh
Format Buku Kas Umum

Penerimaan: Pengeluaran

Tanggal No Bukti Uraian Jumlah Tanggal No Bukti Uraian Jumlah
Kas Uang Kas Uang
15-01- 002 Diterima dana 400.000 18-01- 006 Dibayarpembeliankar 400.000
2012 untukpembuatan APE 2012 pet 4 lembar lokal dari PKK Kec.
Sukasari
15-01-
2012 003 Diterima dana
cadangan kas dari PKK Kec. Sukasari 500.000 18-01-
2012 007 Dibayarpembelianalat permainanbahanalam (ember, nampan, dll) 370.000
16-01- 005 Diterimauangpendaftar 675.000 29-01- 009 Pembelianbajuseraga 500.000
2012 an dari orangtua 2012 m guru 5 potong

JumlahPenerimaan 2.875.000 JumlahPengeluaran 1.870.000
Saldo kurang – Saldo lebih 1.005.000
Jumlah 2.875.000 Jumlah 2.875.000

Contoh Format BukuKas (lanjutan) Bulan: ……………..20
Penerimaan: Pengeluaran

01-02- – Saldo bulan kemudian 1.005.000 25-02- 011 Dikeluarkanpengganti 250.000
2012 2012 transport guru, 2
oranguntukpelatihan
28-02- 001 Diterimauangiurano 420.000 26-02- 012 Pembelianbahan- 150.000
2012 rangtua 2012 bahanajar

JumlahPenerimaan 1.425.000 JumlahPengeluaran 400.000
Saldo kurang – Saldo lebih 1.025.000
Jumlah 1.425.000 Jumlah 1.425.000

Lampiran 3.24.

Contoh
Format Laporan Keuangan
Taman Kanak-kanak Arga Mulya Kabupaten Bogor
Periode Februari 2015

No Penerimaan: Jumlah Total
1. Saldo bulan Januari 2015 Rp. 175.000,-
2 Uang pendaftaran peserta Rp. 500.000,-

Pengeluaran:
1. Pembayaran listrik Rp. 100.000,-
2. Gaji pegawai Rp. 600.000,-

Rp. 1.025.000,-

Rp. 700.000,-

SALDO Rp. 325.000,-

Mengetahui, Bogor, 28 Februari 2015
Kepala sekolah, Bendahara,

(……………………………) (…………………….)

Lampiran 3.25.

Contoh
Format Buku Ekspedisi

No
Tanggal
No Surat Penerima
Keterangan
Nama Paraf

Lampiran 3.26.

Contoh
Format Buku Tamu

No.
Tanggal
Nama Instansi/

Jabatan
Keperluan Kesandan
Pesan Tanda
Tangan

Lampiran 3.27

Contoh
Format Laporan Kegiatan Bulanan

Laporan Kegiatan Bulanan
Sistimatika Laporan Kegiatan Bulanan

A. Pendahuluan
B. Tujuan
C. Sasaran
D. Waktu Kegiatan
E. Hasil Kegiatan
F. Faktor Pendukung dan Penghambat
G. Tindak Lanjut

Lampiran 3.28.

Contoh
Format Buku Notulen

No Hari/Tanggal Tempat Pembicara Catatan
Kegiatan

Lampiran 3.29.

Contoh
Format Buku Surat Masuk dan Keluar

Surat Masuk SuratKeluar
No
Tanggal Asal
Surat
Perihal
Tanggal
Kepada
Perihal

Lampiran 3.30.

Contoh
Setruktur organisasi Taman Kanak-kanak Negeri

Dinas Pendidikan

Kepala TK

Komite

Tata Usaha

Pendidik

Peserta Didik

Struktur Organisasi Taman Kanak-kanak Swasta

Yayasan

Kepala TK

Komite

Tata Usaha

Pendidik

Peserta Didik

Lampiran 3.31

Contoh
Format Kartu DDTK

KARTU DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG

REKAPITULASI PELAKSANAAN DDTK

Petunjuk Pengisian

Petunjuk Umum:
1. Pengamatan dilakukan pada simpulan bulan ke-4, 8, 12, 18, 24, 36, 48, dan 60 usia anak.
2. Saat pengamatan dilakukan anak harus dalam kondisi sehat dan tanpa beban.
3. Pengamatan dilakukan sealami mungkin sehingga si anak tidak tahu sedang dideteksi.
4. Pengamatan dilakukan per aspek perkembangan, mulai dari gerakan kasar hingga sosialisasi.
5. Garis grafik perkembangan dimulai dari titik merah pada usia pengamatan, selanjutnya dihubungkan dengan titik-titik pada kolom aspek perkembangan sesuai dengan kemampuan anak ketika pengamatan.
6. Saat membubuhi titik pada kolom perkembangan yang dicapai, pastikan bahwa kemampuan itu tidak terjadi secara kebetulan.
7. Untuk anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya DDTK dilakukan oleh orangtuanya dengan dibantu oleh Kader.

Usia 4 Bulan:
1.1 Anak ditengkurapkan, di depannya diletakkan mainan.
Anak bisa mengangkat kepala.
1.2 Anak ditelentangkan. Anak bisa bermain-main dengan kedua tangannya.
1.3 Anak diterlentangkan, di atasnya diberi mainan. Anak bisa mengamati mainan.
1.4 Anak diterlentangkan. Anak bisa mendengar suara
kertas diremas & bermain bibir sambil mengeluarkan air liur
1.5 Anak digendong Ibunya. Anak bisa tersenyum pada
Ibunya ketika di goda.
Usia 8 Bulan:
2.1 Anak dalam posisi duduk dengan mainan. Anak bisa duduk sendiri dan mengambil posisi ongkong-ongkong sambil bertahan sebentar.
2.2 Balok mainan diletakkan di depan anak. Anak bisa menggenggam balok mainan dengan seluruh permukaan tangan.
2.3 Mainan diletakkan di atas meja di depan anak kemudian mainan digerakkan/digelindingkan hingga jatuh. Anak bisa memperhatikan dan mencari mainan yang jatuh.
2.4 Ibu memperhatikan dan mendengar celoteh anak. Anak bisa mengeluarkan suara: ma.. ma… ma…, da… da…da…, ta… ta… ta…
2.5 Bapak/Ibu duduk di depan anak berhadap-hadapan. Anak
bisa bermain Ciluk…Baa…
Usia 12 Bulan:
3.1 Mainan diletakkan didepan anak.Anak bisa berdiri sendiri dan berjalan berpegangan.
3.2 Benda kecil disebarkan didepan anak. Anak bisa mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk.
3.3 Mobil-mobilan atau boneka diletakkan didepan anak. Anak bisa menunjuk roda mobil-mobilan atau mata boneka.
3.4 Ibu/Bapak memperhatikan dan mendengarkan ucapan anak. Anak bisa mengucapkan satu kata atau lebih dan tahu artinya.
3.5 Anak sedang asyik dengan mainan, ibu meninta mainanya.
Anak bisa memperlihatkan mainan pada Ibu/Bapak
Usia 18 Bulan:
4.1 Anak diminta mendekati ibu dengan cepat. Anak bisa berlari tanpa terjatuh.
4.2 Ibu memperhatikan ucapan anak. Anak bisa mengucapkan sepuluh kata atau lebih dan tahu artinya.
4.3 Ibu bertanya: NAmamu siapa?”. Anak bisa menyebutkan namanya bila ditanya.
4.4 Ibu memperhatikan ucapan anak. Anak bisa mengucapkan sepuluh kata atau lebih dan tahu artinya.
4.5 Ibu bertanya: Namamu siapa?”. Anak bisa menyebutkan namanya bila ditanya.

Usia 24 Bulan:
5.1 Anak diminta untuk melompati garis. Anak bisa melompat dengan dua kaki sekaligus.
5.2 Anak diminta membuka botol dengan memutar tutupnya.
Anak bisa membuka botol dengan memutar tutupnya.
5.3 Anak diminta menyebukan bagian-bagian tubuh. Anak bisa menyebutkan 6 bab tubuh (mata, hidung, mulut, kepala, tangan, telinga, dst).
5.4 Ibu bertanya dengan pertanyaan sederhana, “Mau apa?”
Anak bisa menjawab dengan dua kata.
5.5 Ibu mengajak anak mencuci. Anak bisa menjiplak kegiatan orang dewasa.
Usia 36 Bulan:
6.1 Anak diminta untuk turun tangga. Anak bisa turun tangga dengan kaki bergantian tanpa berpegangan.
6.2 Anak diminta untuk mengambar garis dan lingkaran.
Anak bisa menjiplak garis tegak, garis datar dan lingkaran.
6.3 Anak diminta untuk memperlihatkan warna sayur-sayuran dan buah-buahan. Anak bisa menyebut tiga warna.
6.4 Ibu/bapak mengajak anak melihat gambar.Anak bisa bertanya dengan menggunakan kata apa, siapa, dimana?
6.5 Anak diminta bergabung dengan teman-temannya. Anak
bisa bermain bersama dengan teman.
Usia 48 Bulan:
7.1 Anak diminta untuk melompat dengan satu kaki. Anak bisa melompat dengan satu kaki ditempat.
7.2 Anak diberi pensil dan kertas untuk menggambar, kemudian perhatikan cara anak memegang pensil. Anak bisa memegang pensil dengan ujung jari.
7.3 Anak diminta untuk menghitung tiga balok mainan didepannya. Anak bisa menghitung tiga balok mainan dengan cara menunjuk.
7.4 Ibu bertanya dan mendengarkan ucapan anak ketika bermain, Mis: Itu apa? Anak bisa menggunakan kalimat lengkap (lebih dari 2 kata).
7.5 Anak diajak bergabung dengan teman-temannya dalam
satu permainan. Anak bisa bermain bersama sobat dalam satu permainan.
Usia 60 Bulan:
8.1 Anak diminta melompat dengan satu kaki kearah depan.
Anak bisa melompat dengan satu kaki kearah depan.
8.2 Beri contoh menggambar tanda + Anak bisa menjiplak tanda +
8.3 Anak diminta untuk menggambar orang. Anak bisa menggambar orang.
8.4 Ibu mendengar apa yang diceritaqkan anak pada temannya. Anak bisa bercerita dan bermakna.
8.5 Ibu diminta bergabung dengan teman-temannya dalam permainan yang berurutan. Anak bisa bermain bersama sobat dengan mengikuti urutan permainan.

Nama Lembaga PAUD:…………………………………………
Tanggal Observasi:…………

Status gizi(KMS)

Perkembangan menurut 5 fungsi (checklist )

Nama

Tanggal, bulan, tahun lahir

USIA SEKAR
ANG

pita kuning pita hijau pita merah

keterangan

Lampiran 3.32.

Contoh Formal

Rencana Kerja Jangka Panjang (5 Tahun)

No

Tujuan

Target Sasaran

Kebijakan

Program/kegiatan

Pembiayaan

Waktu
1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui,
Ketua Yayasan Kepala Sekolah

Lampiran 3.33
Contoh

FORMULIR KERJASAMA/KEMITRAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : ………………………………..

Jabatan : ………………………………

Sebagai Pihak ke 1, melaksanakan kerjasama secara formal, berkelanjutan dan berkesinambungan dengan :

Nama : ……………………………………….. Jabatan : ……………………………………….
Sebagai Pihak ke 2 dalam bidang …………………………….selama …………………….., dengan
melaksanakan beberapa kegiatan secara rinci sbb :

1. ……………………………………………………………….
2. ……………………………………………………………….
3. ……………………………………………………………….
4. ……………………………………………………………….

Demikianlah surat kerjasama ini di buat untuk dipakai sebagaimana mestinya,

Jakarta , ………….………..

Pihak 1 Pihak 2

(……………………………) (…………………………….)
(Nama Jelas & stempel) (Nama Jelas & stempel)

Contoh Pembudayaan Karakter di Satuan PAUD

Pembudayaan abjad anak di satuan PAUD dilaksanakan melalui keteladanan dan pembiasaan selama anak berada di satuan PAUD. Guru dan seluruh warga sekolah wajib mempunyai sikap positif untuk mendampingi anak. Pembudayaan abjad anak juga harus selaras dengan yang dilakukan di lingkungan keluarga. Kegiatan pembudayaan abjad di Satuan PAUD antara
lain:

No Waktu*) Kegiatan Tujuan Nilai Karakter
1. 07.30-08.00 • Guru menyambut keda-
tangan anak dengan senyum-salam-sapa.
• Anak dipersilakan masuk (tanpa pengantar) menuju ruang jurnal/main bebas.
• Anak-anak melaksanakan jurnal atau bermain bebas didampingi guru piket. • Mengkondisikan
anak dari lingkungan rumah menuju sekolah.
• Menumbuhkan emosi positif. • Mandiri
• Santun
• Disiplin
• Berani
• Percaya diri
2. 08.00-08.20 • Berdoa/renungan pagi.
• Berikrar antara lain: bahagia bersekolah, sayang teman, hormat pada guru, berbakti pada orang tua.
• Permainan gerakan kasar di luar (terpapar matahari pagi).
• Pendinginan. • Mengikatkan
diri pada Sang
Pencipta.
• Mencintai sekolah.
• Meningkatkan kemampuan gerakan kasar.
• Meningkatkan kebugaran.
• Memperoleh vitamin D**). • Religius
• Setia
• Disiplin
• Mandiri
• Empati
• Peduli
• Kerja keras
• Kepemim- pinan
3. 08.20-08.30 Kegiatan Transisi:

• Antre higienis diri (toileting, • Meningkatkan • Disiplin basuh tangan, basuh kaki, dll). kesejukan • Mandiri
• Antre minum. tubuh. • Perilaku
• Membangun Bersih
kesiapan • Tanggung berguru anak. jawab
• Toleransi
• Peduli

*) Waktu sanggup diadaptasi dengan kondisi masing-masing satuan PAUD.
**) Hasil penelitian SEANUTS (2013): angka kecukupan (desirable) vitamin D pada belum dewasa Indonesia
(usia 1-12 tahun) hanya 5,6%.

No Waktu*) Kegiatan Tujuan Nilai Karakter
• Santun
• Sabar
• Jujur

4. 08.30-09.00 Kegiatan Pembuka:
• Berdoa
• Salam dan sapa.

• Mengikatkan diri pada Sang Pencipta.

• Religius
• Empati
• Peduli
• Memeriksa kehadiran
• Komunikasi efektif untuk • Mengkondisikan • Disiplin
anak siap • Berani
menyiapkan anak secara bermain. • Mandiri
psikis dan fisik untuk • Meningkatkan • Rasa ingin
mengikuti proses kemampuan tahu.
pembelajaran. komunikasi • Bersahabat.
• Membahas dan
mendiskusikan tema, sub efektif.
• Meningkatkan • sabar.
• Patuh
tema, dan kegiatan hari ini. penguasaan • Kerja sama

• Memperkenalkan kegiatan yang sanggup dilakukan, ketersediaan tempat, dan alat permainan.
• Menyepakati aturan,
teman, dan waktu bermain.

5. 09.00-10.00 Kegiatan Inti:
• Anak bermain di sentra/area/sudut sesuai minatnya.
• Bergantian/berpindah tempat ketika kegiatan telah selesai.
• Bermain dengan tertib dan bertanggungjawab.
• Melakukan kegiatan saintifik (dalam bermain):
– mengamati;
– menanya;
– mengumpulkan informasi;
– menalar; dan
– mengomunikasikan.
• Mengembalikan mainan yang dipakai ke tempatnya.
• Membereskan tempat.

kosa kata.
• Mengenalkan kegiatan hari ini.
• Menyepakati aturan, teman, dan waktu bermain.
• Membangun pengalaman saintifik.
• Menghormati pendapat teman.
• Membangun keaktifan anak
• Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
• Meningkatkan daya logika dan kreatifitas.
• Meningkatkan kemandirian
• Membangun tanggung jawab
• Kepemimpin an
• Jujur.
• Toleransi.
• Disiplin.
• Kerja Keras.
• Kreatif.
• Mandiri.
• Rasa Ingin
Tahu.
• Menghargai teman
• Bersahabat/ Komunikatif
• Peduli
Lingkungan
• Peduli Sosial
• Tanggung
Jawab.
• Cinta damai.
• Berani ambil resiko

No Waktu*) Kegiatan Tujuan Nilai Karakter
• Semangat
• Inisiatif
• Percaya diri
6. 10.00-10.30 Makan Bersama
(sebaiknya disiapkan oleh orang renta secara bergilir untuk anak sekelas, dengan sajian yang telah disepakati):
• Anak yang orang tuanya mendapat giliran menjadi pemimpin kegiatan hari itu.
• Menyiapkan tempat bersama.
• Antre basuh tangan, sikat gigi.
• Berterimakasih pada sobat dan orang renta yang menyiapkan makanan.
• Mendiskusikan nama, bahan, dan asal makanan.
• Berdoa dipimpin oleh anak yang menjadi pemimpin hari itu. .
• Memulai makan dengan tertib.
• Bersyukur (dengan berdoa sendiri-sendiri).
• Membereskan tempat bersama.
• Antre mencuci tangan dan alat makan (walaupun nanti dicuci ulang). • Meningkatkan gizi dan kesehatan
• Membangun kebersamaan.
• Melatih keberanian memimpin.
• Membiasakan etika makan.
• Membiasakan berterimakasih
• Mengetahui asal-usul makanan.
• Membiasakan bersyukur.
• Membiasakan antre.
• Membiasakan bertanggung jawab.
• Membiasakan bersikap adil.
• Membiasakan mau berbagi.
• Membiasakan berperilaku bersih. • Religius.
• Berani.
• Toleransi.
• Bersabar.
• Disiplin.
• Bertanggung jawab.
• Peduli
• Dermawan
• Rasa ingin tahu
• Kepemim- pinan
• Adil
• Jujur
• Santun
• Perilaku bersih
• Berbagi
• Pengenda- lian diri

7. 10.30-11.00 Kegiatan Penutup:
• Anak bergilir menceritakan kembali permainan yang mereka mainkan hari ini, hasil karya yang dibuat, dan perasaan selama bermain.
• Guru memberi respon positif terhadap dongeng dan hasil karya anak
• Guru memberi umpan balik

• Melatih keberanian berpendapat.
• Melatih kesabaran
• Membiasakan menghargai pendapat teman.
• Melatih

• Berani
• Sabar
• Religius
• Mandiri
• Menghargai
Prestasi
• Tertib
• Disiplin
• Toleransi

No Waktu*) Kegiatan Tujuan Nilai Karakter
terhadap kegiatan hari ini, memberi apresiasi pada semua anak, dan menginformasikan kegiat- an pertemuan berikutnya.
• Kegiatan epilog menyerupai bernyanyi, bercerita, atau unjuk keberanian.
• Guru memberikan harapan untuk membangun sikap positif pada pertemuan berikutnya.
• Berdoa sebelum pulang.
• Berterima kasih pada guru atas pelajaran hari ini (dipimpin ketua kelas).
• Pulang dengan bergilir bersalaman dengan guru. keberanian tampil.
• Mengembangka n percaya diri
• Mengikatkan diri pada Sang Pencipta.
• Membiasakan antre.

8. Selama di satuan PAUD

• Senyum, salam, dan sapa setiap bertemu guru atau sesama sobat (orang).
• Menggunakan kata-kata bijak sesuai konteks: terima kasih, maaf, permisi,
tolong, silakan, luar biasa, subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dll. (agama lain menyesuaikan).
• Memungut sampah kalau ada yang tercecer dan menaruhnya di tempat sampah (dilakukan oleh semua warga sekolah).
• Saling tolong-menolong dan menghargai sesama teman.
• Peka dan peduli terhadap lingkungan.
• Mengenalkan buku dan materi bacaan.
• Pembudayaan sikap hidup higienis dan sehat (PHBS).
• Kesediaan berbagi, toleransi, dan bekerjasama.

• Pembiasaan kesantunan.
• Pembiasaan bersih.
• Pembiasaan saling tolong- menolong dan menghargai.
• Pembiasaan peduli lingkungan.
• Menumbuhkan budaya baca
• Membiasakan sikap hidup higienis dan sehat
• Membiasakan sikap berbagi, toleransi, dan kerja sama
• Menumbuhkan sikap ketahanmalang an (gigih, tangguh, tidak

• Ramah.
• Santun.
• Religius.
• Bersih.
• Senang. membantu.
• Toleransi.
• Peduli lingkungan.
• Tangguh
• Kreatif
• Inovatif

No Waktu*) Kegiatan Tujuan Nilai Karakter

9. Sewaktu- waktu

• Pembudayaan sikap ketahanmalangan (gigih, tangguh, tidak gampang putus asa).
• Pembudayaan sikap kreatif dan inovatif.
• Mempraktikkan fatwa agama dalam keseharian.

• Pada hari pertama masuk sekolah, kedua orang renta mengantarkan anaknya, berkenalan dengan guru, dan menitipkan anak untuk dididik.
• Mengenalkan Tanah Air Indonesia (wilayah, bangsa, bahasa, bendera, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika).
• Memperingati hari-hari besar nasional menyerupai Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, dan Pendidikan Nasional.
• Menyanyikan/memperdeng arkan lagu-lagu kebangsaan (lagu wajib).
• Mengenalkan seni, budaya, dan bahasa daerah
sebagai bab dari kekayaan Indonesia.
• Menanam dan merawat kebun sekolah (jika mungkin juga ada ternak).
• Memperingati hari-hari besar agama sesuai agama anak.
• Kegiatan beramal.
• Kunjungan ke panti asuh- an (jika dimungkinkan).
• Pembiasaan agama.

putus asa).
• Mengembang- kan sikap kreatif dan inovatif.
• Meningkatkan tanggung jawab orang renta terhadap pendidikan anaknya.
• Mengenal tanah air, bangsa, bahasa, bendera, Pancasila, dan Bhineka
Tunggal Ika.
• Mengenal hari- hari besar nasional.
• Mengenal lagu- lagu kebangsaan.
• Mengenal bahasa dan budaya daerahnya.
• Mengenal tumbuhan pangan dan binatang ternak.
• Mengenal hari besar agamanya.
• Mengenalkan kepedulian sosial.
• Membiasakan anak mengamalkan agamanya.
• Tanggung jawab.
• Cinta tanah air.
• Semangat
Kebangsaan
• Cinta belajar.
• Peduli lingkungan.
• Peduli
Sosial.
• Religius.

Demikian goresan pena wacana

Download Petunjuk Teknis (Juknis) Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak (TK) pdf: Norma, Standar, Prosedur, Dan Kriteria (NSPK)

Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu!
Sumber http://www.informasiguru.com/