Beranda Berita Persiapkan Lulusan Smk Siap Kerja, Kemendikbud Jalin Kerjasama Lintas Kementerian

Persiapkan Lulusan Smk Siap Kerja, Kemendikbud Jalin Kerjasama Lintas Kementerian

372
0

Kemendikbud Jalin Kerjasama Lintas Kementerian/Lembaga dalam Persiapkan Sekolah Menengah kejuruan Siap Kerja


Kemendikbud Jalin Kerjasama Lintas Kementerian Persiapkan Lulusan Sekolah Menengah kejuruan Siap Kerja, Kemendikbud Jalin Kerjasama Lintas Kementerian

Demi selalu memajukan dan membuatkan pendidikan vokasi melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kemendikbud terus upayakan menjalin kerjasama lintas kementerian/lembaga. Salah satunya ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen Kemendikbud) dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, (Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM), di kantor Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Kerjasama itu mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada Peserta Didik SMK”. “Jalinan kerjasama lintas kementerian/lembaga perlu dilakukan dalam mempersiapkan penerima didik SMK siap kerja, dan menjadi salah satu aktivitas prioritas Presiden Joko Widodo, yang diperlukan sanggup meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” demikian dijelaskan Direktur Jenderal Dikdasmen kemendikbud, (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad dalam sambutannya.

Penandatanganan nota kesepahaman (MOU) ini dilakukan untuk melaksanakan pengembangan kompetensi penerima didik SMK sebagai calon tenaga kerja bidang ketenagalistrikan, penyempurnaan kurikulum dan proses pembelajaran bermutu di SMK. Selain itu juga untuk melaksanakan aktivitas dan kegiatan praktik kerja lapangan, serta sertifikasi bagi pendidik dan penerima didik SMK.

Lingkup kolaborasi antara Ditjen Dikdasmen Kemendikbud dengan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM antara lain, pengembangan kelembagaan, pengembangan kurikulum, santunan proses pembelajaran yang bermutu, antara lain guru tamu di SMK. Selanjutnya, penyempurnaan bahan pembelajaran, penilaian, praktik kerja lapangan bagi guru dan penerima didik di Industri, pengembangan kompetensi penerima didik, pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Tidak hanya itu, ruang lingkup kerja lain yakni, fasilitasi sarana dan prasarana pendidikan, fasilitasi uji kompetensi dan sertifikasi, penyediaan pangkalan data lulusan Sekolah Menengah kejuruan bidang ketenagalistrikan, pemetaan kebutuhan tenaga kerja bidang ketenagalistrikan, pencitraan pendidikan dalam bidang ketenagalistrikan, dan lingkup yang terakhir yaitu monitoring, evaluasi, dan umpan balik penyempurnaan program.

“Kami akan melaksanakan penyesuaian kurikulum, khususnya kurikulum bidang C yang diperlukan lebih fleksibel mengikuti kebutuhan industri,” terang Hamid.

Dalam menyelaraskan antara kebutuhan tenaga kerja terampil yang mendukung penyediaan listrik dengan pasokan tenaga kerja terampil lulusan SMK, maka akan dikembangkan sekitar 50 Sekolah Menengah kejuruan yang mempunyai aktivitas keahlian ketenagalistrikan sebagai sentra training ketenagalistrikan. Pemilihan lokasi Sekolah Menengah kejuruan akan diadaptasi dengan peta kebutuhan tenaga kerja yang disediakan oleh Kementerian ESDM.

Dengan adanya kerjasama ini diperlukan sanggup membawa manfaat bagi kedua belah pihak dalam meningkatkan kompetensi penerima didik Sekolah Menengah kejuruan bidang ketenagalistrikan, sehingga sanggup menghasilkan lulusan Sekolah Menengah kejuruan yang kompeten, berdaya saing, berkualitas, dan professional, serta mendukung dalam pembangunan dunia usaha/industri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ditjen Ketenagalistrikan alasannya yaitu sudah membuka kesempatan kerjasama, sebagai upaya melaksanakan instruksi Presiden melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016, ihwal revitalisasi SMK,” tuntas Hamid.



Sumber http://www.informasiguru.com/