Beranda Berita Kemdikbud Berupaya Memperkuat Kapasitas Sekolah Indonesia Di Luar Negeri

Kemdikbud Berupaya Memperkuat Kapasitas Sekolah Indonesia Di Luar Negeri

375
0

Kemendikbud Perkuat Kapasitas Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN)

Kemendikbud Perkuat Kapasitas Sekolah Indonesia di Luar Negeri  Kemdikbud Berupaya Memperkuat Kapasitas Sekolah Indonesia di Luar Negeri
Pict by: Pixabay

Pada tanggal 1 hingga dengan tanggal 3 Agustus 2016 kemarin, Kemdikbud menggelar Rapat Koordinasi Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) di Bogor, Jawa Barat. Hal ini terkait upaya Kemdikbud guna meningkatkan kapasitas dan mutu pendidikan bagi warganya yang berada di luar negeri. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SILN yang berada di lima belas negara, antara lain dari SILN di Bangkok, Beograd, Cairo, Davao, Den Haag, Jeddah, Mekkah, Riyadh, Johor Baru, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Moscow, Singapura, Tokyo dan Yangoon.

Kepala PSDK Kemendikbud yakni Bastari pada kesempatan ini juga menyuarakan dua pesan penting dari Presiden Joko Widodo, yakni mengatasi kesenjangan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan  meningkatkan produktivitas generasi muda dalam hal ini ialah para pelajar melalui jalur pendidikan vokasi (keterampilan).

“Kita menerima amanat dari bapak Presiden untuk meningkatkan jalan masuk pendidikan antara lain dengan cara mengurangi pengaruh kesenjangan pendidikan yaitu melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dan pendidikan vokasi yang dibutuhkan tidak hanya untuk Sekolah Menengah kejuruan saja tetapi juga ada sekolah spesialisasi. Untuk upaya optimalisasi pendidikan vokasi, tiap kawasan juga dihimbau turut menyesuaikan dengan potensi yang ada di wilayahnya”, tutur Bastari dalam sambutannya.

Lebih mendalam lagi, Bastari mengungkapkan keinginannya supaya para Kepala SILN di negara ratifikasi bisa mengolah informasi dan bisa melihat potensi yang bisa dioptimalkan di SILN yang berada di masing-masing negara ratifikasi tersebut. Rakor SILN bertujuan untuk menguatkan kapasitas pengelola pendidikan SILN, khususnya dalam bermacam-macam kegiatan pendataan.

Para penerima Rakor ini telah diberikan bahan terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), selama tiga hari lamanya.

Dalam hal penguatan kelembagaan, para penerima Rakor diberikan bahan berupa kegiatan penilaian dan ratifikasi SILN. Terkait pengembangan kapasitas pendidik dan penerima didik, para penerima juga diberikan bahan pengembangan PAUD) dan Pendidikan Non formal di luar negeri.

Melanjutkan rapat koordinasi Kepala Sekolah Indonesia di Luar Negeri, Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri mengadakan Seleksi Guru untuk SILN. Saat ini tercatat kebutuhan sebanyak 31 orang guru dan empat orang tenaga kependidikan untuk SILN. Calon Guru SILN yang lulus seleksi manajemen akan diuji kompetensinya dengan serangkaian tes diantaranya tes psikologi, tes pengetahuan dasar, tes kemampuan bahasa Inggris, serta tes kemampuan pedagogik untuk tenaga pendidik. Diharapkan dari tes tersebut dihasilkan tenaga pendidik dan kependidikan yang kompeten dan profesional di bidangnya.


Sumber http://www.informasiguru.com/