Beranda Berita Kerja Guru Lebih Dimudahkan Dalam Revisi Kurikulum 2013

Kerja Guru Lebih Dimudahkan Dalam Revisi Kurikulum 2013

334
0

Revisi Kurikulum 2013, Kerja Guru Lebih Dimudahkan

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Tjipto Sumadi dalam sebuah obrolan pendidikan yang membahas implementasi Kurikulum 2013 di Hotel Grand Inna Kuta Bali, Sabtu (11/6/2016), menyampaikan bahwa revisi terhadap dokumen Kurikulum 2013 telah dilakukan di tahun 2016 ini. Dari hasil revisi Kurikulum 2013 ini, dibutuhkan para guru lebih gampang dalam menerapkannya.


Beliau juga turut menegaskan, bahwa hasil revisi ini akan lebih memudahkan kerja guru, terutama dalam evaluasi terhadap siswanya. “Kalau sebelumnya guru matematika harus menilai perilaku spiritual dan perilaku sosial semua siswa, kini tidak. Tugas ini cukup dilakukan oleh guru Agama dan Budi Pekerti serta guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) secara langsung. Namun guru matematika tetap berkewajiban memupuksuburkan abjad anak, semoga belum dewasa tidak tercerabut dari akar budaya bangsa kita,” ujar Tjipto.

Sehubungan dengan implementasi Kurikulum 2013, ia menyampaikan Kemendikbud melaksanakan training pelatih secara bertahap. Pelatihan pelatih dimulai dari training narasumber nasional, kemudian dilanjutkan dengan training pelatih provinsi dan selanjutnya pelatih daerah. “Guru sesudah dilatih, nanti mulai bulan Agustus atau September paling lambat akan didampingi tim pendamping,” ungkapnya.

“Kita dorong semoga tim pendamping kurikulum yang terdiri atas pengawas dan tim yang sudah terbentuk selama ini dari tiap tempat sebagai tokoh sentral. Makara tempat tidak tergantung dari pusat namun tempat terus berkembang sesuai batas kemampuan masing-masing dan sesuai nilai-nilai yang berkembang di tempat tersebut,” terperinci Tjipto.

Tahapan implementasi Kurikulum 2013 sesuai janji Kemendikbud dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilaksanakan secara bertahap. “Sebelumnya sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 sebanyak 6%, kemudian kini tambah 19% menjadi 25%. Nanti kita naikkan lagi 35% menjadi 60%. Sehingga pada tahun 2018/2019 implementasinya ditargetkan sudah 100%,” tutup Tjipto.

* Sumber: kemdikbud.go.id



Sumber http://www.informasiguru.com/