Beranda Akuntansi 16 Soal Akuntansi Kesehatan Beserta Jawaban

16 Soal Akuntansi Kesehatan Beserta Jawaban

28
0
Kumpulan Soal Materi Akuntansi Kesehatan 
  1. Salah satu pendekatan dalam penyusunan dokumen perencanaan kesehatan adalah dengan alur teknis perencanaan yang merupakan dominasi para perencana daerah dan pakar perencanaan daerah. Hal ini merupakan pendekatan alur proses …
    a. Partisipatif. 
    b. Legislatif.
    c. Eksekutif.
    d. Teknokratis.
  2. Ketentuan tentang jumlah dan mutu layanan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota, secara langsung maupun secara tidak langsung melalui rumah sakit dan puskesmas maupun perguruan tinggi merupakan pengertian .…
    a. Standar kesehatan.
    b. Jaminan kendali mutu kesehatan.
    c. Standar pelayanan minimal kesehatan.
    d. Prosedur baku layanan.
  3. Penyediaan ruang perawatan dan penyediaan tenaga medis yang memenuhi persyaratan kualifikasi maupun kompetensi, merupakan contoh standar pelayanan minimal yang merupakan tanggung jawab pemerintah secara ….
    a. Hukum.
    b. Politis.
    c. Langsung.
    d. Kontinu.
  4. Strategi kesehatan yang harus dikembangkan dalam mengantisipasi pergeseran orientasi kesehatan di era global adalah ….
    a. Mengedepankan model perencanaan kesehatan teknokratis dan strategis.
    b. Peran pemerintah sebagai katalisator, fasilitator bukan penggerak.
    c. Pemanfaatan sumber daya dari luar (outsourcing) diminimalkan.
    d. Disorientasi fokus kesehatan ke tuntutan badan legislatif.
  5. Selain biaya rawat jalan, rawat inap, obat-obatan, dan operasi; yang termasuk dalam komponen biaya kesehatan adalah …..
    a. Biaya jasa dokter
    b. Biaya tindakan khusus.
    c. Biaya kuratif dan rehabilitatif.
    d. Biaya pemeliharaan kesehatan.
  6. Peserta menanggung biaya terlebih dahulu dan mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi setelah perawatan atas dirinya selesai dilaksanakan merupakan model pembayaran klaim asuransi secara ….
    a. Reimbursement.
    b. Provider system
    c. Partial loss.
    d. Total loss.
  7. Metode pembayaran dengan cara pasien atau penanggung dana membayar secara penuh kepada penyedia layanan kesehatan (provider) setelah setiap jenis layanan selesai dilakukan, ada lah ….
    a. Fee for Service Payment – Payment per day.
    b. Fee for Service Payment – Payment per item.
    c. Capitation payment.
    d. Case mix payment.
  8. Metode pembayaran yang disetujui dan dilakukan lebih lanjut sebelum provisi atas jasa dilakukan, tanpa mempedulikan berapa biaya aktual yang dikeluarkan oleh penyedia layanan kesehatan adalah …
    a. Retrospektif.
    b. Retroaktif.
    c. Prediktif.
    d. Prospektif.
  9. Pembayaran pelayanan jasa kesehatan yang dilakukan dalam jumlah tetap per orang selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun disebut dengan metode pembayaran …
    a. Kapitasi.
    b. Anggaran global.
    c. Case-mix.
    d. Per item.
  10. Biaya tetap yang jumlahnya dipengaruhi oleh keputusan manajemen organisasi pelayanan, disebut dengan biaya tetap….
    a. Relevan.
    b. Terkendali.
    c. Standar.
    d. Discretionary.
  11. Anggaran kesehatan dapat berfungsi sebagai alat penilaian kinerja, artinya ….
    a. Alat memotivasi manajer organisasi kesehatan dan staf nya agar bekerja secara ekonomis, efektif dan efisien.
    b. Masyarakat, LSM, perguruan tinggi dan berbagai organisasi massa lain harus bisa terlibat dalam proses penganggaran kesehatan.
    c. Alat untuk mengendalikan (membatasi kekuasaan) eksekutif.
    d. Pengukuran pencapaian target anggaran dan efisiensi anggaran kesehatan.
  12. Penekanan konsep ‘good governance’, menurut Agere (2000) adalah pada prinsip ….
    a. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.
    b. Transparansi, akuntabilitas, dan keteraturan. 
    c. Ketepatan waktu, akuntabilitas, dan partisipasi.
    d. Akurasi, keterbukaan, dan partisipasi
  13. Pengelolaan keuangan organisasi kesehatan haruslah dapat dipertanggungjawabkan setiap saat secara intern maupun ekstern kepada rakyat, merupakan prinsip penganggaran kesehatan secara ….
    a. Berhati-hati.
    b. Demokratis.
    c. Transparan.
    d. Akuntabel.
  14. Teknik penyusunan anggaran kesehatan berdasarkan pertimbangan beban kerja (work load) dan unit cost dari setiap kegiatan pembangunan kesehatan yang terstruktur, merupakan teknik penganggaran …
    a. Tradisional.
    b. Inkremental.
    c. Performance.
    d. Zero-based.
  15. Penetapan prioritas masalah kesehatan dengan menggunakan indikator prevalence, artinya
    ….
    a. Berat tingginya masalah kesehatan yang dihadapi, serta seberapa jauh akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut.
    b. Jumlah suatu masyarakat yang terkena masalah, semakin besar maka semakin harus diprioritaskan.
    c. Jumlah kenaikan angka penyakit dalam periode waktu tertentu.
    d. Besarnya keprihatinan masyarakat terhadap suatu masalah kesehatan.
  16. Kualitas outcome kesehatan dalam realisasi anggaran kesehatan terkait dengan hal berikut ini, yaitu …
    a. Kematian.
    b. Diagnosis.
    c. Jumlah visite.
    d. Tingkat observasi
Jawaban:
  1. d. Teknokratis.
  2. c. Standar pelayanan minimal kesehatan.
  3. c. Langsung.
  4. b. Peran pemerintah sebagai katalisator, fasilitator bukan penggerak.
  5. d. Biaya pemeliharaan kesehatan.
  6. a. Reimbursement.
  7. b. Fee for Service Payment – Payment per item.
  8. d. Prospektif.
  9. a. Kapitasi.
  10. d. Discretionary.
  11. d. Pengukuran pencapaian target anggaran dan efisiensi anggaran kesehatan.
  12. a. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.
  13. d. Akuntabel.
  14. c. Performance.
  15. b. Jumlah suatu masyarakat yang terkena masalah, semakin besar maka semakin harus diprioritaskan.
  16. a. Kematian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here