Beranda Akuntansi Kumpulan Istilah Akuntansi Syariah Beserta Definisinya

Kumpulan Istilah Akuntansi Syariah Beserta Definisinya

32
0
Istilah – Istilah Materi Akuntansi Syariah
  1. Akad
    Pertalian ijab dengan qabul menurut cara-cara yang disyari’atkan yang berpengaruh terhadap objeknya.
  2. Al-mashnu
    Barang pesanan dalam transaksi itishna.
  3. Al-muslam fihi
    Komoditas yang dikirimkan dalam transaksi salam.
  4. Al-muslam ilaihi
    Penjual dalam transaksi salam
  5. Al-muslam
    Pembeli dalam transaksi salam
  6. Al-mustashni
    Pembeli akhir dalam transaksi itishna
  7. Amil
    Petugas pendistribusian zakat
  8. A-shani
    Produsen atau supplier dalam transaksi itishna
  9. Gharim
    Orang yag berutang dan kesulitan untuk melunasinya
  10. Halal
    Sesuatu yang diperbolehkan oleh Islam
  11. Haul
    Cukup waktu satu tahun dalam pemilikan harta kekayaan. Seperti: perniagaan emas, ternak sebagai batas kewajiban membayar zakat.
  12. Hiwalah
    Pemindahan atau pengalihan hak dan kewajiban, baik dalam pengalihan piutang maupun utang dan jasa pemindahan atau pengaliahan dari satu entitas kepada entitas lainnya.
  13. Ijarah 
    Perpindahan kepemilikan jasa dengan imbalan yang sudah disepakati. Ijarah ini memiliki tiga unsur, yakni: Bentuk yang mencakup penawaran atau persetujuan Ada dua, pihak pemilik aset yang disewakan dan pihak yang memanfaatkan jasa dari aset yang disewakan Objek dari akad ijarah, mencakup jumlah sewa dan jasa yang dipindahkan kepada penyewa
  14. Ijarah operasianal
    Ijarah yang merupakan akad ijarah yang tidak berakhir dengan pemindahan kepemiklikan dari aset yang disewakan kepada penyewa
  15. Ijarah mutahiyah bittamlik
    Akad iajrah yang berakhir dengan opsi berpindahnya kepemilikan aset yang disewakan kepada penyewa
  16. Infak
    Pemberian sesuatu yang akan digunakan nuntuk keselamatan umat
  17. Istishna
    Kontrak penjualan antara al-mustanhi (penjual akhir) dan al-shani (pemasok) dimana al-shani berdasar suatu pemesanan dari al-musthani berusaha membuat sendiri atau meminta pihak lain untuk membuat atau membeli al-mashnu (pokok) kontrak menurut spesifikasi yang di syaratkan dan menjualnya kepada al-mustasni dengan harga sesuai dengan kesepakatan serta dengan metode penyelesaian dimuka melalui cicilan atau di tangguhkan sampai suatu waktu di masa depan. Ini merupakan syarat kontrak dari Istishna sehingga Al-shani hars menyediakan bahan baku atau tenaga kerja. Kesepakatan akad istishna mempunyai ciri-ciri yang sama dengan salam karena dia menentukan penjualan produk tidak tersedia pada saat penjualan. Dia juga mempunyai ciri-ciri yang sama dengan penjualan biasa karena harga biasa dibayar secara kredit; tetapi tidak seperti salam,harga pada istishna adalah sama dengan ijarah karena tenga kerja digunakan pada keduanya.
  18. Kaafil
    Pihak pemberi jaminan untuk menanggung krewajiban pihak lain dalam akad kafalah
  19. Kafalah
    Akad peminjaman yang diberikan oleh kaafil (penanggung atau Bank) kepada pihak ketriuga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung (makful’anhu, ashil)
  20. Ma’ju
    Objek sewa dalam transaksi ijarah
  21. Makful
    Penerima jaminan dalam akad kafalah
  22. Mudharabah
    Perjanjian kerjasama untuk mencari keuntungan antara pemilik modal dan pengusaha (pengelola dana)
  23. Mudharabah muthlak
    Investasi tidak terikat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here