Beranda Akuntansi Kumpulan Istilah Akuntansi Biaya Beserta Definisinya

Kumpulan Istilah Akuntansi Biaya Beserta Definisinya

17
0
Istilah-Istilah Materi Akuntansi Biaya
  1. ABC (activity based costing)
    Suatu sistem pendekatan perhitungan biaya yang dilakukan berdasarkan aktivitas-aktivitas yang ada di perusahaan.
  2. Activity-based budgeting (ABB)
    TQM alat perencanaan keuangan dengan identifikasi kebutuhan pelanggan dalam hal volume produk atau jasa untuk tujuan anggaran. Bersama-sama dengan ABC / M, ABB membentuk dasar yang kuat untuk perencanaan dan anggaran kualitas pelaporan.
  3. Akuntansi (accounting)
    Merupakan suatu kegiatan atau jasa yang berfungsi menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan, untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi.
  4. Akuntansi biaya (cost accounting)
    Bidang khusus akuntansi yang berkaitan terutama dengan akumulasi dan analisis biaya untuk penentuan harga pokok produk yang dihasilkan, serta untuk membantu manajemen dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.
  5. Akuntansi manajemen (management accounting):
    Bidang khusus akuntansi yang terutama berkaitan dengan pelaporan keuangan untuk penggunaan pemakai internal atau pihak dalam perusahaan, dalam hal ini adalah manajemen dari semua jenjang dalam organisasi perusahaan.
  6. Akuntansi keuangan (financial accounting)
    Bidang khusus akuntansi yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan dan terutama ditujukan kepada berbagai pemakai eksternal atau pihak luar perusahaan, serta informasinya mencakup perusahaan secara keseluruhan.
  7. Akun rekening koran (R/K) kantor pusat
    Akun yang diselenggarakan di pabrik untuk mencatatat transaksi yang berhubungan dengan kantor pusat. Akun ini juga menunjukkan kekayaan kantor pusat pabrik.
  8. Akun rekening koran (R/K) pabrik
    Akun yang diselenggarakan di kantor pusat untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan pabrik. Akun ini merupakan akun tandingan dari akun R/K kantor pusat pabrik dan menunjukkan investasi atau penyertaan dari kantor pusat di pabrik.
  9. Arus produk
    Suatu beiituk aliran dari produk-produk dan biayanya dalam satu proses, yaitu mulai dari pemasukan bahan baku awal proses sampai keluar berupa bahan jadi.
  10. Arus produk berurutan (sequential product flow)
    Suatu bentuk arus produk di mana unit-unit produk mengalir melalui tahap-tahap produksi atau departemen-departemen dalam cara berurutan.
  11. Arus produk paralel
    Suatu bentuk arus produk di mana bahan baku pada mulanya mengalir melalui beberapa departemen yang berbeda, hingga pada akhirnya bergabung dalam proses tahap terakhir atau tahap penyelesaian untuk menjadi barang jadi.
  12. Arus produk selektif:
    Suatu bentuk arus produk di mana bahan yang sama mengalir dalam beberapa tahap produksi atau urutan departemen yang berbeda, dan masing-masing urutan departemen dalam pengolahan tersebut akan menghasilkan barang jadi yang berbeda.
  13. Bagan organisasi perusahaan
    Suatu bagan yang menggambarkan dan menerangkan arus wewenang dan tanggung jawab yang ditetapkan atas jabatan-jabatan dari manajemen kunci dalam suatu perusahaan.
  14. Bagan organisasi fungsi akuntansi
    Suatu bagan organisasi yang menggambarkan dan menerangkan arus wewenang dalam divisi akuntansi yang dipimpin oleh kontroler.
  15. Barang cacat (defective goods)
    Barang-barang yang tidak memenuhi standar produksi dan harus diproses lebih lanjut agar memenuhi standar mutu yang ditentukan untuk kemudian dapat dijual.
  16. Barang rusak (spoiled goods)
    Barang-barang yang tidak memenuhi standar produksi dan tidak memerlukan proses lebih lanjut untuk memperbaikinya
  17. Barang sampah (waste):
    Barang ini terjadi sama seperti barang sisa tetapi tidak mempunyai manfaat lagi dan dengan demikian tidak mempunyai nilai jual.
  18. Barang sisa (scrap)
    Barang yang berasal dari pengolahan bahan, persediaan barang yang kuno, pembesituaan aset tetap, alat-alat atau suku cadang yang cacat atau pecah, dan dari proyek-proyek percobaan. Barang ini masih mempunyai nilai dan dapat dijual atau dimasukkan kembali ke dalam proses produksi untuk tujuan yang berbeda.
  19. Basis distribusi atau alokasi biaya:
    Suatu basis yang layak untuk mendistribusikan atau mengalokasikan biaya departemen tidak langsung atau biaya yang bersifat umum dan biaya departemen pendukung. Dasar pengalokasian (cost allocation based): Suatu dasar yang dipilih untuk pembebanan biaya.
  20. Beban (expense)
    Biasanya terdiri atas beban yang berasal dari biaya (cost) yang telah habis masa manfaatnya, beban yang timbul dari penurunan aset atau kenaikan dalam kewajiban sehubungan dengan penyerahan barang dan jasa, serta pengeluaran-pengeluaran yang hanya memberi manfaat untuk tahun buku berjalan.
  21. Beban departemen langsung (direct department charge)
    Biaya-biaya yang terjadi atau berasal dari suatu departemen baik departemen produksi maupun departemen pendukung.
  22. Beban departemen tidak langsung (indirect department charge)
    Biaya-biaya yang terjadi di mana manfaatnya diterima secara bersama oleh beberapa departemen, sehingga biaya tersebut harus dialokasikan kepada masing-masing departemen tersebut dengan menggunakan suatu basis alokasi tertentu.
  23. Biaya (cost)
    Pengeluaran-pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang dan jasa yang mempunyai manfaat untuk masa yang akan datang, yaitu melebihi satu periode akuntansi. Biasanya jumlah ini disajikan dalam neraca sebagai elemen-elemen aset.
  24. Biaya bahan langsung (direct material cost)
    Seluruh biaya perolehan dari bahan baku (raw material) yang secara integral telah membentuk barang jadi (finished goods), seperti kayu dalam membuat meja dan kursi.
  25. Biaya bersama (joint costs):
    Biaya-biaya yang timbul untuk menghasilkan dua jenis produk atau lebih dalam satu proses produksi yang dilakukan secara simultan, di mana terjadinya biaya-biaya ini terbatas sampai dengan titikpisah (spilt off point). Produk-produk ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: produk bersama (joint products) dan produk sampingan (by product).
  26. Biaya Forecasting
    Sangat mirip dengan proses estimasi biaya. Kunci yang berbeda antara perkiraan biaya dan perkiraan biaya adalah perkiraan biaya yang dihitung untuk kegiatan masa depan, sementara perkiraan biaya adalah ramalan biaya atau pada penyelesaian setiap unsur-unsur biaya yang luar biasa diperlukan untuk menciptakan suatu aset.
  27. Biaya kecocokan
    Biaya pencegahan dan penilaian kegiatan untuk memenuhi standar yang sudah ditentukan sebelumnya atau pelanggan ‘persyaratan.
  28. Biaya konversi (conversion cost)
    Biaya-biaya yang terjadi dalam membantu mengolah bahan langsung menjadi produk yang selesai atau barang jadi, yaitu merupakan penggabungan atau penjumlahan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
  29. Biaya Kualitas (coq)
    Biaya sebuah proses bebas dari kesalahan. Hal ini dapat dibagi ke dalam biaya kesesuaian dan ketidaksesuaian.
  30. Biaya Memperkirakan
    Kumpulan kegiatan untuk memperkirakan biaya atau kuantitas sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat atau memberikan aset berwujud atau tidak berwujud.
  31. Biaya Nonconformance
    Biaya kegagalan internal atau eksternal. Juga, melihat kegagalan internal dan eksternal biaya.
  32. Biaya overhead pabrik (factory overhead cost)
    Semua biaya untuk memproduksi suatu produk selain dari bahan langsung dan tenaga kerja langsung, yaitu bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya tidak langsung lainnya.
  33. Biaya overhead pabrik yang dibebankan (applied factory overhead)
    Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produksi pada kapasitas atau tingkat kegiatan yang dicapai
  34. Biaya overhead pabrik yang lebih atau kurang dibebankan (over or underapplied factory overhead)
    Kadang-kadang disebut juga selisih yaitu selisih lebih atau kurang yang diperoleh dengan membandingkan antara biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dan biaya overhead pabrik yang dibebankan.
  35. Biaya periode (period cost)
    Biaya-biaya yang berhubungan dengan periode waktu atau periode akuntansi, tetapi tidak berhubungan dengan produk.
  36. Biaya Penyelesaian
    Arus, proyeksi biaya apa biaya total final akan berada di penyelesaian proyek atau akuisisi aset.
  37. Biaya produk (product cost)
    Biaya-biaya yang berhubungan dengan menghasilkan suatu produk, yaitu bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.
  38. Biaya produksi (manufacturing cost)
    Biaya yang terjadi sehubungan dengan kegiatan manufaktur atau memproduksi suatu barang terdiri atas bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.
  39. Biaya semi variabel (semi variabel cost)
    Biaya-biaya yang mempunyai atau mengandung unsur tetap dan unsur variabel.
  40. Biaya tenaga kerja langsung (direct tabor cost)
    Jumlah biaya upah dari tenaga kerja yang secara langsung ikut dalam proses produksi, seperti upah operator mesin pabrik.
  41. Biaya tetap (fixed cost)
    Biaya-biaya yang dalam total tidak berubah dengan adanya perubahan tingkat kegiatan atau volume.
  42. Biaya tren
    Diperkirakan berdasarkan informasi biaya historis yang dikumpulkan dari pengalaman aktual selama durasi yang telah ditetapkan. Informasi tren biaya ini berfokus pada bagaimana anggaran dan pengeluaran akan berdampak relatif terhadap prestasi fisik atau nilai yang diterima.
  43. Biaya utama (prime cost)
    Biaya-biaya yang secara langsung berhubungan dengan produksi, yaitu jumlah biaya bahan langsung dan tenaga kerja langsung.
  44. Biaya variabel (variabel cost)
    Biaya-biaya yang dalam total berubah secara proporsional dengan perubahan tingkat kegiatan atau volume.
  45. Bon permintaan bahan (materials requestion)
    Suatu formulir yang digunakan bagian produksi untuk meminta bahan dari gudang baik bahan langsung (bahan baku) maupun bahan tidak langsung.
  46. Bukti permintaan bahan (material requisition):
    Dokumen atau formulir untuk mengotorisasi pengeluaran bahan atau perlengkapan dari gudang.
  47. Chart of Account
    Metode numerik yang sistematis digunakan untuk mengidentifikasi berbagai kategori pengeluaran. Metode mensegregasikan biaya yang timbul menjadi unsur-unsur biaya untuk tujuan akuntansi.
  48. Decision Support System (DSS)
    Sebagai suatu sistem berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan atau keputusan. Ini adalah sebuah interaktif dan sistem informasi beradaptasi dikembangkan untuk mendukung solusi dan memberikan wawasan non-struktur dan sistem manajemen fleksibel.
  49. Departemen pendukung (service department)
    Unit organisasi yang secara tidak langsung ikut membantu proses produksi untuk menghasilkan suatu produk.
  50. Departemen produksi (production department)
    Unit organisasi dari suatu perusahaan manufaktur yang mempunyai fungsi melakukan proses produksi secara langsung baik dengan tangan maupun mesin.
  51. Departementalisasi biaya overhead pabrik (departementalization of factory overhead)
    Pembagian pabrik menjadi beberapa bagian atau departemen, pusat biaya atau unit yang lebih kecil, yaitu kelompok biaya, di mana biaya overhead pabrik dibebankan. 
  52. Essential 
    Kegiatan merujuk ke nilai-menambahkan atau menambahkan nonvalue-tugas yang dituntut untuk dilakukan dalam proses (atau sekumpulan kegiatan) untuk mencapai nilai yang dihasilkan (produk atau jasa) yang diinginkan pelanggan.
    Manajemen berdasarkan aktivitas (ABM)
  53. Fungsi lini
    Fungsi-fungsi dalam organisasi yang berkaitan dengan masalah-masalah pengambilan keputusan, bimbingan atau pengarahan, dan supervisi.
  54. Fungsi staf
    Fungsi-fungsi penunjang dalam organisasi yang berkaitan dengan pemberian nasihat dan supervisi kepada anggota-anggota dari fungsi lini.
  55. Formulir permintaan pembelian (purchase requisition)
    Formulir yang digunakan untuk meminta bagian pembelian melakukan pembelian atas barang-barang yang diperlukan.
  56. Formulir order pembelian (purchase order)
    Formulir yang digunakan untuk melakukan pemesanan barang kepada rekanan (supplier) dengan harga, waktu penyerahan, dan syarat pembayaran yang ditetapkan.
  57. Jangka waktu perolehan barang (lead time)
    Periode waktu antara saat melakukan pemesanan bahan hingga saat bahan datang.
  58. Kapasitas normal (normal capacity)
    Suatu kapasitas atau tingkat kegiatan yang telah mengakui sekaligus adanya kendala-kendala internal maupun kendala-kendala eksternal seperti kekurangan pesanan dan Iain-lain. Kapasitas ini berdasarkan kepada permintaan dan penaksiran produksi jangka panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here